BNPB Pastikan Distribusi Logistik dan Harga Sembako di Gayo Lues Berangsur Normal Pasca Bencana
Setelah dua bulan dilanda banjir dan longsor, BNPB memastikan distribusi logistik Gayo Lues normal serta harga sembako stabil, berkat perbaikan akses jalan utama.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa distribusi logistik dan stabilitas harga sembako di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, kini telah berangsur normal. Pernyataan ini disampaikan setelah wilayah tersebut dilanda bencana banjir dan longsor hebat sekitar dua bulan yang lalu.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, dalam keterangan resminya di Jakarta pada Jumat, menyoroti peran penting pemerintah. Upaya pembukaan akses jalan, perbaikan infrastruktur, serta pembangunan jalur darurat menjadi faktor kunci penunjang normalnya aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebelumnya, aktivitas perekonomian di Gayo Lues nyaris terhenti total akibat terputusnya jalan penghubung. Jalur vital menuju Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, terputus karena longsor parah, menimbulkan dampak signifikan bagi warga.
Pemulihan Akses Jalan Vital di Gayo Lues
Tim Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB melaporkan kondisi kritis yang terjadi sebelumnya di Gayo Lues. Aktivitas perekonomian masyarakat setempat sempat lumpuh total akibat kerusakan infrastruktur jalan.
Putusnya jalan penghubung hingga wilayah Kutacane, Aceh Tenggara, disebabkan oleh longsor hebat. Jalan ini merupakan urat nadi utama bagi distribusi barang dari Riau dan Medan, Sumatera Utara.
Sekitar 90 persen kebutuhan logistik masyarakat Gayo Lues sangat bergantung pada jalur tersebut. Akibatnya, kelangkaan barang dan lonjakan harga yang sangat luar biasa sempat terjadi, menimbulkan kesulitan besar bagi warga.
Perbaikan dan pembukaan kembali akses jalan ini menjadi prioritas utama pemerintah. Langkah ini bertujuan untuk mengembalikan kelancaran pasokan dan memulihkan kehidupan masyarakat.
Stabilitas Harga Sembako dan Logistik di Gayo Lues
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, menegaskan bahwa akses jalan kini sudah kembali terbuka. Kondisi ini membuat distribusi logistik Gayo Lues normal kembali dan berjalan semakin lancar.
“Kini karena akses jalan sudah kembali terbuka maka distribusi logistik semakin lancar, harga kebutuhan pokok relatif stabil, serta layan dasar masyarakat mulai pulih,” kata Budi. Ia menambahkan bahwa layanan dasar masyarakat juga berangsur pulih seiring dengan kelancaran distribusi.
Budi memastikan stabilitas harga sembako setelah berkomunikasi langsung dengan para pedagang. Pedagang di Pasar Terpadu Gayo Lues mengaku sudah tidak ada lagi lonjakan harga signifikan.
Kondisi ini mencakup harga ayam potong yang sebelumnya sempat melonjak ekstrem. Pemulihan jalur distribusi telah membawa dampak positif yang nyata bagi daya beli masyarakat.
Dampak Pemulihan Terhadap Harga Daging
Budi menjelaskan bahwa saat jalan penghubung masih terputus, harga daging mengalami lonjakan ekstrem. Kenaikan harga tersebut bahkan bisa mencapai puluhan kali lipat dari harga normal.
“Harga sudah relatif normal setelah distribusi pasokan kembali berjalan,” ungkapnya. Meskipun demikian, masih ada sedikit kenaikan harga daging ayam yang terjadi.
Kenaikan harga daging ayam ini disebabkan pasokan yang didatangkan dari Medan dan Riau. Namun, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan tidak memicu inflasi yang signifikan.
Pemulihan ini menunjukkan efektivitas upaya pemerintah dalam menanggulangi dampak bencana. Kehidupan masyarakat Gayo Lues kini berangsur kembali normal, didukung oleh stabilitas pasokan dan harga.
Sumber: AntaraNews