Aktivitas Ekonomi Aceh Tamiang Bergeliat Pasca-Bencana: Toko Kembali Buka dan Layanan Publik Pulih

Pemulihan ekonomi Aceh Tamiang pasca-bencana menunjukkan tanda-tanda positif dengan beroperasinya kembali toko dan layanan publik, menandakan optimisme warga untuk bangkit.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Aktivitas Ekonomi Aceh Tamiang Bergeliat Pasca-Bencana: Toko Kembali Buka dan Layanan Publik Pulih
Pemulihan ekonomi Aceh Tamiang pasca-bencana menunjukkan tanda-tanda positif dengan beroperasinya kembali toko dan layanan publik, menandakan optimisme warga untuk bangkit. (AntaraNews)

Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, mulai menunjukkan geliat ekonomi yang signifikan pasca-bencana. Berbagai toko dan layanan publik kini kembali beroperasi, seiring dengan mobilitas warga yang pulih secara bertahap di sejumlah wilayah terdampak. Percepatan rekonstruksi oleh pemerintah menjadi salah satu faktor pendorong utama pemulihan ini.

Pantauan di Jalan Ir H Juanda, Karang Baru, pada Jumat (23/1), memperlihatkan minimarket, pedagang bakso, buah, jus, asongan, serta pelaku UMKM mikro telah kembali melayani kebutuhan masyarakat. Aktivitas ini berlangsung secara bertahap, aman, dan tertib, memberikan sinyal positif bagi kebangkitan ekonomi lokal. Apotek dan bengkel kecil juga tampak buka, menandakan pemulihan layanan dasar serta aktivitas usaha harian yang kembali berjalan.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, juga mengapresiasi perubahan positif ini. Ia menilai telah terjadi pemulihan signifikan di Aceh pasca-bencana banjir, ditandai dengan berfungsinya kembali layanan publik, aktivitas ekonomi, dan pemerintahan daerah. Mendagri menegaskan bahwa aktivitas yang sempat lumpuh kini mulai bangkit, dengan roda perdagangan perlahan bergerak seiring membaiknya kondisi lingkungan dan infrastruktur pendukung masyarakat.

Geliat Usaha Mikro dan Layanan Dasar

Berbagai sektor usaha mikro dan layanan dasar di Aceh Tamiang kini kembali hidup. Minimarket modern hingga pedagang kaki lima seperti penjual bakso, buah, jus, dan asongan telah membuka lapak mereka, melayani warga yang mulai beraktivitas normal. Hal ini menunjukkan resiliensi masyarakat dalam menghadapi dampak bencana dan upaya kolektif untuk memulihkan kehidupan.

Selain itu, sektor layanan esensial seperti apotek dan bengkel kecil juga telah beroperasi penuh. Keberadaan layanan-layanan ini sangat vital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, mulai dari kesehatan hingga perbaikan kendaraan. Pemulihan ini menjadi indikator penting bahwa roda perekonomian lokal mulai berputar kembali, meskipun masih dalam tahap awal.

Dukungan terhadap UMKM mikro menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan ekonomi Aceh Tamiang. Keberanian para pelaku usaha kecil untuk kembali beroperasi, meskipun dengan keterbatasan, memberikan harapan baru bagi masyarakat terdampak. Ini juga mencerminkan semangat gotong royong dan adaptasi warga dalam menghadapi tantangan pasca-bencana.

Tantangan dan Harapan Pedagang Lokal

Meski aktivitas jual beli mulai berjalan, pedagang lokal masih menghadapi tantangan signifikan. Dian (28), seorang pedagang buah di depan Kantor Bupati Aceh Tamiang, mengungkapkan bahwa penjualan belum pulih sepenuhnya. Penurunan daya beli masyarakat akibat berkurangnya mata pencarian warga terdampak banjir menjadi kendala utama.

Penjualan buah di lapaknya sempat turun drastis setelah banjir, karena kondisi ekonomi warga yang belum stabil. Minat pembeli menurun dibandingkan situasi sebelum bencana melanda wilayah tersebut. Buah-buahan yang dijual seperti jeruk, melon, alpukat, duku, dan salak dipasok dari Medan, termasuk buah impor, karena ketersediaan buah lokal masih sangat terbatas pasca-bencana.

Meskipun demikian, Dian melihat adanya kenaikan penjualan secara perlahan, seiring semakin banyak masyarakat mengetahui lapaknya kembali buka dan mulai beraktivitas. Ia memperkirakan jumlah pembeli harian mencapai sekitar 60-70 orang, angka yang masih rendah dibandingkan kondisi normal sebelumnya yang mampu melayani hingga 200 orang per hari. Dian berharap perbaikan akses jalan yang berdebu terus digencarkan untuk mendukung kenyamanan dan pemulihan aktivitas ekonomi warga.

Dukungan Pemerintah dan Kondisi Infrastruktur

Pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap pemulihan Aceh Tamiang. Mendagri Tito Karnavian, saat penyaluran alat pembersih lumpur dari Presiden Prabowo Subianto kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, menegaskan bahwa pasar-pasar telah kembali buka dan kondisi semakin normal.

Selain itu, ketersediaan listrik dan jaringan internet telah pulih sepenuhnya, memastikan komunikasi dan aktivitas digital masyarakat tidak terganggu. Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) juga berjalan lancar, dengan sejumlah SPBU kembali beroperasi untuk mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas pemulihan. Infrastruktur dasar yang berfungsi kembali ini sangat krusial untuk menopang kebangkitan ekonomi.

Berdasarkan Laporan Pantauan Data dan Penanggulangan Bencana Alam Hidrometeorologi di Posko Terpadu Kabupaten Aceh Tamiang per 22 Januari 2026 pukul 18.00 WIB, dampak bencana tersebar di 12 kecamatan dan 209 kampung. Tercatat 101 orang meninggal dunia dan 18 orang luka-luka. Sebanyak 1.435 kepala keluarga (KK) atau 5.901 jiwa mengungsi, sementara 73.670 KK atau 290.466 jiwa tidak mengungsi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi