BMKG Ungkap Aktivitas Sesar Picu Gempa Muna Mubar Magnitudo 3,4
Gempa Muna Mubar berkekuatan magnitudo 3,4 mengguncang wilayah Lasalepa dan Watopute di Kabupaten Muna serta Kusambi di Muna Barat, dipicu aktivitas sesar Kolaka South 1.
Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Muna dan Muna Barat (Mubar), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Sabtu malam. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.55 Wita, menyebabkan getaran dirasakan di beberapa daerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera merilis analisis terkait fenomena alam tersebut.
Menurut Kepala BBMKG Wilayah IV, Irwan Slamet, gempa Muna Mubar ini disebabkan oleh aktivitas sesar. Sesar Kolaka South 1 diidentifikasi sebagai pemicu utama guncangan yang terjadi di daratan. Lokasi episenter gempa berada di darat, 9 kilometer Utara Muna.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa memiliki parameter update dengan magnitudo 3,4. Kedalaman hiposenternya tercatat 7 kilometer, mengindikasikan jenis gempa bumi dangkal. Informasi ini disampaikan untuk memberikan pemahaman yang akurat kepada publik.
Penyebab dan Karakteristik Gempa Muna Mubar
Gempa Muna Mubar yang terjadi pada Sabtu malam merupakan jenis gempa bumi dangkal. Aktivitas sesar Kolaka South 1 secara spesifik menjadi penyebab utama guncangan ini. Sesar aktif ini memicu pelepasan energi yang dirasakan oleh masyarakat setempat.
BMKG melalui Kepala BBMKG Wilayah IV, Irwan Slamet, menjelaskan secara detail karakteristik gempa. Episenter gempa terletak pada koordinat 4,75 Lintang Selatan (LS) dan 122,71 Bujur Timur (BT). Lokasi ini menempatkan pusat gempa di darat, sekitar 9 kilometer Utara Muna.
Dengan magnitudo 3,4, gempa ini tergolong dalam kategori gempa ringan. Kedalaman hiposenter yang hanya 7 kilometer menegaskan sifat dangkal gempa. Kondisi ini seringkali membuat getaran lebih terasa di permukaan meskipun magnitudo tidak terlalu besar.
Data ini penting untuk pemetaan potensi risiko dan edukasi masyarakat. Pemahaman mengenai penyebab dan karakteristik gempa Muna Mubar membantu mitigasi bencana di masa mendatang. BMKG terus memantau aktivitas seismik di wilayah tersebut secara berkala.
Dampak Guncangan dan Imbauan Resmi BMKG
Berdasarkan estimasi peta guncangan atau shakemap dan laporan masyarakat, gempa Muna Mubar menimbulkan getaran di beberapa wilayah. Daerah Lasalepa dan Watopute di Kabupaten Muna merasakan guncangan, serta Kecamatan Kusambi di Kabupaten Mubar juga turut merasakan dampak gempa ini.
Skala intensitas guncangan tercatat II-III MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan bergoyang, dan getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk yang berlalu, ungkap Irwan Slamet.
Hingga saat ini, BMKG belum menerima laporan mengenai dampak kerusakan signifikan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Monitoring pasca gempa juga menunjukkan tidak adanya kejadian gempa bumi susulan hingga pukul 20.15 Wita.
Menyikapi situasi ini, Irwan Slamet mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. Penting bagi warga untuk hanya menerima informasi terkait gempa dari media atau kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. Hal ini untuk menghindari penyebaran berita hoaks dan kepanikan yang tidak perlu.
Sumber: AntaraNews