Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Sulut, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara (Sulut) pada Senin malam. BMKG memastikan Gempa Sulut ini tidak berpotensi tsunami.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Sulut, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara pada Senin malam, namun BMKG memastikan tidak berpotensi tsunami. (AntaraNews)

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara (Sulut) pada Senin malam. Peristiwa ini terjadi tepatnya pukul 20.12.37 Wita, menimbulkan guncangan yang dirasakan di berbagai daerah sekitar.

Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo, Andri Wijaya Bidang, mengonfirmasi kejadian ini. Analisis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak memiliki potensi untuk memicu tsunami.

Gempa ini merupakan jenis gempa menengah yang diakibatkan oleh adanya deformasi dalam Sangihe. Mekanisme sumbernya menunjukkan pergerakan geser naik atau oblique-thrust.

Analisis BMKG Terkait Karakteristik Gempa Sulut

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) segera melakukan analisis mendalam terhadap Gempa Sulut ini. Hasil pembaruan parameter menunjukkan kekuatan gempa mencapai magnitudo M6,0.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,08 derajat Lintang Selatan dan 124,15 derajat Bujur Timur. Lokasinya berada di laut, sekitar 37 km arah tenggara Bolaang Uki, Sulut.

Kedalaman hiposenter gempa tercatat 115 km di bawah permukaan laut. Kedalaman ini mengindikasikan bahwa gempa tersebut tergolong sebagai gempa bumi menengah.

Andri Wijaya Bidang menjelaskan bahwa Gempa Sulut ini diakibatkan oleh deformasi dalam Sangihe. Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser naik (oblique-thrust).

Dampak dan Intensitas Guncangan di Berbagai Wilayah

Guncangan Gempa Sulut ini dirasakan di sejumlah daerah dengan intensitas yang bervariasi. Daerah Bone Bolango merasakan guncangan dengan skala intensitas III-IV MMI.

Di wilayah ini, getaran gempa dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah pada siang hari. Sementara itu, Kabupaten Gorontalo, Kotamobagu, dan Bolaang Mongondow merasakan intensitas III MMI.

Intensitas III MMI menunjukkan getaran gempa dirasakan nyata di dalam rumah. Beberapa wilayah lain juga turut merasakan dampak guncangan gempa tersebut.

Daerah seperti Ampana, Buol, Kota Tidore, Kabupaten Pulau Taliabu, Kepulauan Sula, Halmahera Selatan, dan Kota Ternate merasakan intensitas II-III MMI. Getaran di daerah ini terasa seperti truk yang sedang berlalu.

Tidak Berpotensi Tsunami dan Kesaksian Warga

Meskipun berkekuatan cukup besar, hasil pemodelan BMKG menegaskan bahwa Gempa Sulut ini tidak berpotensi tsunami. Informasi ini diharapkan dapat menenangkan masyarakat di wilayah terdampak.

Hingga pukul 20.42 Wita, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. Monitoring terus dilakukan untuk memastikan tidak ada perkembangan signifikan.

Warga Kota Gorontalo, Nova, mengaku merasakan pusing akibat guncangan tersebut. "Guncangan gempa cukup terasa. Saya tiba-tiba mengalami pusing, ternyata sementara terjadi gempa," ujarnya.

Kayla Rahman, warga Kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara, juga merasakan guncangan kuat. "Tempat tidur kami bergetar, sontak kami berlari ke luar kamar karena merasakan guncangan gempa yang lumayan lama sekitar beberapa menit," tambahnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi