BMKG Perkuat Ketahanan Bencana Melalui Program Sekolah Lapang Gempa dan BMKG Goes to School
BMKG gencar tingkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap gempa bumi dan tsunami. Program Sekolah Lapang Gempa (SLG) dan BMKG Goes to School menjadi garda terdepan dalam edukasi kebencanaan.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus berupaya meningkatkan ketahanan kebencanaan di berbagai daerah di Indonesia. Upaya ini difokuskan melalui implementasi program Sekolah Lapang Gempa (SLG) dan inisiatif BMKG Goes to School. Kedua program ini dirancang untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan praktis.
Program SLG telah berjalan secara konsisten sejak tahun 2019, sementara BMKG Goes to School dimulai lebih awal pada tahun 2018. Inisiatif ini melibatkan kunjungan langsung ke desa-desa dan sekolah-sekolah. Tujuannya adalah menyosialisasikan potensi gempa bumi serta tsunami yang mungkin terjadi di wilayah tersebut.
Muhammad Zulkifli, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, menyatakan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan masyarakat. Mereka diharapkan dapat merespons informasi peringatan dini gempa bumi dan tsunami yang dikeluarkan oleh BMKG secara efektif.
Meningkatkan Kesiapsiagaan Melalui Sekolah Lapang Gempa
Pelaksanaan program Sekolah Lapang Gempa (SLG) melibatkan kolaborasi erat dengan berbagai mitra strategis. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan seluruh lapisan masyarakat desa menjadi bagian penting dari pendekatan ini. Kemitraan ini memastikan bahwa edukasi kebencanaan dapat menyentuh langsung komunitas lokal.
Muhammad Zulkifli menjelaskan, "Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang bencana, tetapi juga dilatih untuk memahami langkah-langkah praktis yang harus dilakukan saat terjadi gempa atau potensi tsunami." Pelatihan ini mencakup simulasi dan panduan evakuasi.
Diharapkan, dengan peningkatan pemahaman dan keterampilan praktis ini, ketahanan kebencanaan di tingkat daerah akan semakin meningkat. Program SLG berfokus pada pembentukan desa tangguh bencana. Ini dilakukan dengan memberikan pemahaman mendalam mengenai mitigasi dan respons terhadap ancaman gempa.
Di Sulawesi Utara, lokasi pelaksanaan Sekolah Lapang Gempa meliputi beberapa desa dan kelurahan. Area tersebut tersebar di Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Minahasa, dan Kabupaten Bolaang Mongondow.
Jangkauan Luas Program BMKG Goes to School
Selain Sekolah Lapang Gempa, BMKG juga aktif menjalankan program BMKG Goes to School untuk menjangkau generasi muda. Program ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran dini mengenai kebencanaan sejak usia sekolah. Edukasi ini penting untuk membentuk karakter tanggap bencana.
Pelaksanaan BMKG Goes to School telah mengunjungi berbagai jenjang pendidikan. Mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Kota Manado. Inisiatif ini memastikan cakupan edukasi yang luas.
Jangkauan program ini juga meluas ke beberapa kabupaten lain di Sulawesi Utara. Termasuk di antaranya adalah SD/SMP di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara, dan Kabupaten Minahasa. Edukasi ini disampaikan dengan metode yang interaktif dan mudah dipahami oleh siswa.
Melalui kedua program ini, BMKG berkomitmen untuk terus membangun kapasitas masyarakat. Hal ini dilakukan agar mereka lebih siap menghadapi risiko bencana alam. Peningkatan literasi kebencanaan menjadi kunci utama dalam upaya mitigasi yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews