Fakta 10 Tahun SLG BMKG: Perkuat Mitigasi Gempa Garut, Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat

BMKG perkuat mitigasi gempa Garut melalui program Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) yang telah berjalan 10 tahun, membina kesiapsiagaan masyarakat hadapi ancaman bencana.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta 10 Tahun SLG BMKG: Perkuat Mitigasi Gempa Garut, Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat
BMKG perkuat mitigasi gempa Garut melalui program Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) yang telah berjalan 10 tahun, membina kesiapsiagaan masyarakat hadapi ancaman bencana. (Merdeka.com)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat upaya mitigasi bencana gempa bumi di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Langkah ini diwujudkan melalui program Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah.

Kegiatan SLG dan Tsunami terbaru diselenggarakan di Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, dengan fokus pada pembinaan kesiapsiagaan. Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, menekankan pentingnya kesiapan dan ketangguhan dalam menghadapi ancaman bencana. "Kita harus lebih siap dan tangguh juga memperkuat mitigasi," ujarnya.

Program ini menjadi respons terhadap potensi bencana alam di Garut, khususnya gempa bumi, yang memerlukan pemahaman mendalam dari seluruh elemen masyarakat. Dengan edukasi dan praktik yang berkelanjutan, diharapkan risiko dan dampak bencana dapat diminimalisasi secara efektif.

Program Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) BMKG telah mengukir perjalanan panjang selama satu dekade dalam membina kesiapsiagaan masyarakat di Jawa Barat. Kegiatan di Garut kali ini bertemakan "10 Tahun SLG, 10 Tahun Ngawangun Kasiapsiagaan Pikeun Salamet Tina Musibah Gempa Bumi Jeung Tsunami di Wewengkon Jawa Barat," menandai komitmen berkelanjutan.

Sebanyak 55 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan turut serta dalam rangkaian materi dan praktik SLG di Garut. Mereka mendapatkan pembekalan untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi dan tsunami. Teguh Rahayu menjelaskan bahwa BMKG telah menyelenggarakan program ini sejak tahun 2015 di wilayah Jawa Barat, menunjukkan konsistensi dalam upaya mitigasi.

Selain membina kesiapsiagaan individu, SLG juga berfungsi memperkuat koordinasi antarlembaga seperti BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah. Sinergi ini krusial untuk meminimalisasi dampak bencana gempa Garut dan sekitarnya. Tujuan lainnya adalah membangun budaya siaga bencana melalui edukasi dan latihan rutin.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyambut baik inisiatif BMKG ini, menyatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya penguatan mitigasi dan budaya kesiapsiagaan di Garut. Daerah ini memang memiliki potensi bencana alam, termasuk gempa bumi, yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak.

Pelaksanaan SLG di Garut dinilai sebagai langkah penting untuk mitigasi serta peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat. Bupati Syakur Amin menekankan bahwa kurangnya pengetahuan tentang bencana dapat menimbulkan risiko yang sangat besar. "Ini adalah suatu upaya untuk mitigasi, jadi masyarakat diajak oleh kita untuk 'aware', peduli karena ini (bencana gempa) bisa suatu saat terjadi, dan kalau kita tidak tahu, bahkan tidak peduli ini bahaya sekali," tegasnya.

Pemerintah daerah mendorong seluruh masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai momentum pengingat. Edukasi yang diberikan SLG akan membekali masyarakat dengan pengetahuan yang diperlukan untuk mengambil keputusan cepat dan tepat saat menghadapi bencana. Dengan demikian, risiko dapat dihindari secara maksimal.

Program SLG tidak hanya berhenti pada pembekalan teori, melainkan juga berupaya membangun budaya tangguh bencana yang terintegrasi. Edukasi dan latihan kesiapsiagaan secara berkesinambungan melibatkan masyarakat dan pemangku kebijakan, baik di tingkat daerah maupun pusat.

Teguh Rahayu menegaskan bahwa "SLG ini bukan sekedar seremonial." Program ini diharapkan menjadi bukti nyata komitmen BMKG, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk terus membangun budaya tanggung bencana di Jawa Barat. Keterlibatan aktif dari semua pihak menjadi kunci keberhasilan upaya mitigasi gempa Garut.

Melalui program ini, masyarakat akan memiliki banyak pengetahuan yang dapat digunakan untuk mengantisipasi dan merespons bencana. Kemampuan membuat keputusan yang cepat dan tepat sangat penting untuk menghindari risiko. Dengan demikian, Garut dapat menjadi daerah yang lebih siap dan tangguh dalam menghadapi potensi ancaman gempa bumi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi