BMKG Ingatkan Nelayan Waspada Gelombang Tinggi Kalteng hingga 1,5 Meter
BMKG peringatkan nelayan dan warga pesisir selatan Kalteng waspada Gelombang Tinggi Kalteng hingga 1,5 meter selama sepekan ke depan. Potensi angin kencang dan awan konvektif juga perlu diwaspadai.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya, Ika Priti, mengingatkan masyarakat pesisir selatan Kalteng untuk mewaspadai potensi gelombang laut tinggi. Peringatan ini ditujukan khususnya bagi para nelayan dan warga yang beraktivitas di perairan setempat. Gelombang diperkirakan mencapai ketinggian antara 0,5 hingga 1,5 meter selama sepekan ke depan, terhitung mulai Senin ini.
Kondisi gelombang laut yang masuk kategori rendah hingga sedang ini tetap memerlukan kehati-hatian ekstra dari masyarakat. BMKG juga mengimbau agar selalu waspada terhadap pertumbuhan awan konvektif atau awan cumulonimbus (CB). Awan jenis ini berpotensi menyebabkan hujan intensitas sedang hingga lebat, memicu angin kencang, serta dapat menambah tinggi gelombang air laut.
Peringatan ini dikeluarkan untuk meminimalisir risiko kecelakaan laut dan dampak buruk lainnya akibat cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna memastikan keselamatan saat beraktivitas di laut.
Potensi Gelombang Tinggi dan Angin Kencang di Perairan Kalteng
Ika Priti, prakirawan BMKG, menjelaskan bahwa potensi tinggi gelombang di perairan selatan Kalimantan Tengah akan berkisar antara 0,5 hingga 1,5 meter. Ketinggian gelombang ini dikategorikan rendah hingga sedang, namun tetap berisiko bagi aktivitas pelayaran kecil. Nelayan dan operator kapal kecil disarankan untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum melaut.
Selain potensi gelombang tinggi, kecepatan angin di wilayah tersebut juga diperkirakan cukup signifikan. Selama sepekan ke depan, kecepatan angin diprediksi antara 5-20 kilometer per jam. Angin umumnya akan bertiup dari arah barat daya menuju utara, yang dapat mempengaruhi arah dan kekuatan gelombang.
Masyarakat pesisir juga diminta waspada terhadap pertumbuhan awan cumulonimbus (CB). Awan konvektif ini tidak hanya membawa hujan sedang hingga lebat, tetapi juga berpotensi menimbulkan angin kencang. Kombinasi angin kencang dan awan CB dapat memperparah kondisi gelombang laut, sehingga meningkatkan risiko bagi mereka yang berada di perairan.
Kondisi Cuaca Umum dan Kewaspadaan Lainnya di Kalteng
Meskipun ada peringatan gelombang tinggi di pesisir, kondisi cuaca di wilayah Kalteng secara keseluruhan, yang meliputi 13 kabupaten dan satu kota, diperkirakan tidak akan mengalami hujan disertai angin kencang dan sambaran petir secara luas. Namun, hal ini tidak berarti masyarakat dapat lengah sepenuhnya terhadap potensi cuaca ekstrem lokal.
Suhu udara di Kalteng selama sepekan ke depan diperkirakan berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembaban udara antara 60 hingga 100 persen. Kondisi kelembaban tinggi ini dapat memicu pembentukan awan hujan di beberapa lokasi, meskipun tidak merata.
BMKG tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi genangan air, banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang. Fenomena ini dapat terjadi akibat hujan intensitas sedang hingga lebat yang mungkin disertai petir atau kilat dan angin kencang di beberapa daerah. Ketika melihat fenomena cuaca buruk, masyarakat diimbau segera mencari tempat berlindung yang aman seperti di dalam rumah atau gedung, dan menghindari berlindung di bawah pohon.
Sumber: AntaraNews