Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat pesisir selatan Kalimantan Tengah (Kalteng). Peringatan ini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai dua meter dalam sepekan ke depan.
Prakirawan BMKG, Chandra Mukti Wijaya, mengimbau nelayan dan warga yang beraktivitas di laut untuk meningkatkan kewaspadaan. Kondisi gelombang ini dikategorikan rendah hingga sedang, namun tetap berisiko bagi keselamatan pelayaran dan aktivitas di pesisir.
Selain gelombang tinggi, BMKG juga mengingatkan adanya potensi pertumbuhan awan konvektif atau cumulonimbus (CB) yang berpotensi menjadikan hujan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang, serta berpotensi menambah ketinggian gelombang air laut.
Advertisement
Advertisement
Masyarakat yang tinggal di sepanjang pesisir perairan selatan Kalteng diimbau untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di laut. Potensi gelombang tinggi berkisar antara 0,5 hingga 2 meter ini memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak.
Pihak BMKG meminta warga pesisir untuk tidak mengabaikan peringatan ini demi menjaga keselamatan. Informasi terkini mengenai perkembangan cuaca dapat diakses melalui berbagai platform resmi BMKG.
Kondisi daerah belokan angin dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di wilayah Kalteng turut mendukung peningkatan potensi awan hujan. Hal ini diperparah dengan kelembaban udara yang cukup basah dan labilitas lokal yang kuat.
Advertisement
Advertisement
Selain gelombang tinggi, pertumbuhan awan cumulonimbus (CB) berpotensi menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Fenomena ini dapat berdampak luas, tidak hanya di wilayah pesisir tetapi juga di daratan Kalteng.
Suhu udara di Kalteng umumnya berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celcius, dengan kelembaban udara mencapai 60 hingga 100 persen. Angin bertiup dari barat-timur laut dengan kecepatan 5-20 km/jam.
Masyarakat di tujuh kabupaten dan satu kota di Kalteng, termasuk Gunung Mas, Murung Raya, dan Palangka Raya, juga perlu waspada. Meskipun tidak ada potensi hujan disertai angin kencang dan sambaran petir secara spesifik di seluruh wilayah tersebut, risiko genangan air, banjir, dan tanah longsor tetap ada.
Advertisement
Advertisement
Chandra Mukti Wijaya menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Ini termasuk banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat hujan intensitas sedang hingga lebat.
Apabila terjadi hujan deras disertai angin kencang dan petir, masyarakat diimbau segera mencari tempat berlindung yang aman. Hindari berlindung di bawah pohon atau di tempat terbuka yang berisiko.
BMKG menyediakan berbagai kanal informasi untuk masyarakat memperbarui perkembangan cuaca. Warga dapat mengakses laman resmi BMKG, aplikasi BMKG, serta berbagai media sosial BMKG untuk mendapatkan data dan peringatan terkini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews