BKSDA Luruskan Kabar Hiu Paus Terdampar di Bima, Ternyata Selamat!
Informasi beredar mengenai hiu paus terdampar di pesisir Bima sempat simpang siur. BKSDA NTB meluruskan, hiu paus tersebut berhasil kembali ke laut berkat bantuan warga.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengklarifikasi informasi yang beredar. Hiu paus terdampar di Desa Labuan Kenanga, Bima, kini dipastikan selamat. Hewan dilindungi itu berhasil kembali ke laut lepas.
Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 16 Januari 2026, sekitar pukul 17.30 WITA. Warga setempat dan petugas berupaya membantu hiu paus yang terjebak gelombang tinggi.
Pengendali Ekosistem Hutan Pos Pulau Satonda Taman Nasional Moyo Satonda, Bisri Mustofa, menegaskan laporan kematian hiu paus tersebut tidak benar. Ia mengapresiasi respons cepat masyarakat setempat dalam upaya penyelamatan hewan tersebut.
Kronologi Penyelamatan Hiu Paus di Pesisir Bima
Hiu paus dengan panjang tubuh sekitar tujuh meter ini terdampar pada Jumat, 16 Januari 2026. Kondisinya masih hidup saat ditemukan di pesisir pantai Desa Labuan Kenanga.
Gelombang tinggi dan ukuran tubuh yang masif membuat hiu paus kesulitan kembali ke perairan dalam. Hewan ini diduga mengikuti gerombolan ikan teri yang melimpah di perairan setempat.
Upaya penyelamatan awal oleh warga dan petugas BKSDA berlangsung hingga pukul 23.30 WITA. Namun, bobot hewan yang sangat besar menjadi kendala utama dalam upaya mendorongnya kembali ke laut.
Kondisi hewan yang terlihat tidak banyak bergerak di malam hari sempat menimbulkan kekhawatiran. Hal ini memicu dugaan awal bahwa hiu paus tersebut telah mati.
Peran Aktif Warga dan Nelayan dalam Penyelamatan Hiu Paus
Pada Sabtu pagi, 17 Januari 2026, cuaca di lokasi sempat memburuk dengan hujan lebat dan angin kencang. Petugas balai kembali menuju lokasi setelah cuaca membaik sekitar pukul 10.00 WITA.
Saat petugas tiba, hiu paus sudah tidak ada di tempat terdampar sebelumnya. Berdasarkan keterangan warga dan nelayan setempat, hewan tersebut masih hidup hingga pagi hari.
Masyarakat Desa Labuan Kenanga menunjukkan kepedulian tinggi terhadap hewan dilindungi ini. Mereka bergotong royong membantu mendorong hiu paus kembali ke habitatnya di pagi hari.
BKSDA NTB menyampaikan apresiasi atas sinergi antara masyarakat dan pemerintah desa. Peran aktif ini menunjukkan kesadaran kolektif akan pentingnya konservasi lingkungan laut.
Fenomena Hiu Paus di Perairan Pulau Satonda
Hiu paus diketahui sering muncul di perairan sekitar Pulau Satonda saat musim ikan kecil sedang melimpah. Kehadiran mereka menjadi bagian dari ekosistem laut di wilayah tersebut.
Namun, kejadian hiu paus terdampar di pantai seperti ini merupakan peristiwa langka. Ini adalah yang pertama kali tercatat dalam beberapa tahun terakhir di area tersebut.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya menjaga ekosistem laut yang seimbang. Konservasi lingkungan sangat krusial untuk melindungi spesies laut yang dilindungi dari ancaman.
Sumber: AntaraNews