Hiu Tutul Terdampar di Pantai Pancer Jember: Upaya Penyelamatan Gagal, Hewan Dilindungi Akhirnya Mati

Seekor hiu tutul, satwa yang dilindungi, ditemukan terdampar di Pantai Pancer Jember. Sempat hidup dan diupayakan penyelamatan, namun hiu tutul terdampar ini akhirnya mati. Apa penyebabnya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Hiu Tutul Terdampar di Pantai Pancer Jember: Upaya Penyelamatan Gagal, Hewan Dilindungi Akhirnya Mati
Seekor hiu tutul, satwa yang dilindungi, ditemukan terdampar di Pantai Pancer Jember. Sempat hidup dan diupayakan penyelamatan, namun hiu tutul terdampar ini akhirnya mati. Apa penyebabnya? (Merdeka.com)

Seekor hiu tutul berukuran sekitar 6 meter ditemukan terdampar di pesisir Pantai Pancer, Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada hari Minggu (07/9). Penemuan ini segera menarik perhatian warga dan petugas setempat. Kondisi hiu tersebut saat pertama kali ditemukan masih hidup, memicu upaya penyelamatan.

Informasi awal mengenai hiu tutul terdampar ini diterima dari warga yang sedang memancing di kawasan wisata Pantai Pancer, Kecamatan Puger. Petugas Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Jember, Aiptu Agus Riyanto, segera menindaklanjuti laporan tersebut. Kejadian ini menambah daftar kasus terdamparnya satwa laut di wilayah pesisir selatan Jember.

Melihat kondisi hiu yang masih bernapas, petugas gabungan dari Satpolair, Pos TNI Angkatan Laut (AL), bersama relawan, dan warga setempat bergegas melakukan evakuasi. Mereka berupaya keras mendorong hiu tutul tersebut kembali ke tengah laut. Namun, tantangan ombak besar menjadi penghalang utama dalam operasi penyelamatan ini.

Petugas dan warga bekerja sama sekuat tenaga untuk mengembalikan hiu tutul ke habitatnya di laut lepas. Mereka berulang kali mendorong tubuh besar hiu tersebut menjauhi bibir pantai. Sayangnya, gelombang laut yang kuat terus-menerus membawa hiu tutul itu kembali terdampar.

"Kami sekuat tenaga berusaha mendorong hiu tutul itu ke tengah laut agar bisa selamat, namun ombak kembali membawa hiu tutul tersebut terdampar hingga ketiga kalinya di Pantai Pancer," terang Aiptu Agus Riyanto. Perjuangan ini berlangsung cukup lama, menunjukkan dedikasi tim penyelamat.

Setelah upaya berulang kali, hiu tutul itu tidak berhasil diselamatkan dari hempasan ombak. Hewan dengan nama latin Rhincodon typus tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi mati di tepi pantai. Kegagalan evakuasi ini menjadi duka bagi para petugas dan warga yang berharap hiu bisa kembali berenang bebas.

Mengingat hiu tutul telah mati, langkah selanjutnya adalah penanganan bangkainya untuk mencegah dampak negatif. Petugas Satpolair segera berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait. Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III di Jember dan Dinas Perikanan menjadi pihak yang dilibatkan.

Koordinasi ini penting untuk memastikan penanganan bangkai sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku. Rencananya, bangkai hiu paus tutul itu akan dikubur menggunakan alat berat. Tujuannya adalah agar tidak menimbulkan bau tidak sedap yang dapat mengganggu masyarakat sekitar dan wisatawan di objek wisata Pantai Pancer.

Penguburan ini juga bertujuan untuk mencegah bangkai menjadi tontonan yang tidak pantas bagi masyarakat. Penanganan yang cepat dan tepat diharapkan dapat menjaga kebersihan lingkungan pantai.

Hiu tutul termasuk salah satu satwa laut yang dilindungi oleh negara. Status perlindungan penuh ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 18 Tahun 2013. Regulasi ini menekankan pentingnya menjaga kelestarian hiu paus untuk keberlanjutan ekosistem laut.

Perlindungan ini juga mengatur tindakan yang harus dilakukan jika hiu terdampar. Apabila hiu terdampar dalam kondisi hidup, prioritas utama adalah mengembalikannya ke habitat laut. Namun, jika ditemukan dalam keadaan mati, bangkai hiu harus dikubur untuk menghindari masalah lingkungan.

Kejadian hiu tutul terdampar di Pantai Pancer ini bukan yang pertama kali terjadi di pesisir selatan Jember. Sebelumnya, kasus serupa pernah tercatat di Pantai Nyamplong Kobong, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas. Selain itu, Pantai Cangak'an di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, juga pernah menjadi lokasi terdamparnya hiu. Ini menunjukkan pola yang perlu diperhatikan oleh pihak berwenang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi