Basarnas Gelar Doa Bersama, Resmi Tutup Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 di Makassar
Setelah tujuh hari pencarian intensif, Basarnas menggelar doa bersama di Makassar, secara resmi menutup Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi menutup Operasi SAR pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan. Penutupan ini ditandai dengan kegiatan doa bersama seluruh tim SAR gabungan di Makassar. Pesawat nahas itu jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1).
Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memimpin langsung penutupan operasi ini. Beliau menyatakan operasi pencarian dan pertolongan telah selesai. Doa bersama ini menjadi bentuk penghormatan bagi para korban kecelakaan.
Selama tujuh hari penuh, tim SAR gabungan telah berjibaku di medan yang berat dan penuh tantangan. Cuaca ekstrem turut mewarnai upaya kemanusiaan tersebut. Kegiatan ini juga menjadi refleksi atas dedikasi yang telah diberikan.
Dedikasi Tim SAR Gabungan dalam Misi Kemanusiaan
Doa bersama ini diikuti oleh seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat langsung dalam operasi. Mereka berkumpul sebagai bentuk penghormatan kepada para korban kecelakaan pesawat ATR. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi refleksi atas tugas kemanusiaan yang telah dilaksanakan.
Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa tugas ini adalah panggilan kemanusiaan. Beliau menyatakan bahwa upaya pencarian, evakuasi, dan penanganan korban tidak dapat diukur dengan angka. Seluruh proses dijalankan dengan penuh keikhlasan, dedikasi, serta tanggung jawab oleh semua unsur yang terlibat.
Syafii juga menyoroti soliditas dan sinergi yang sangat kuat di lapangan selama Operasi SAR Pesawat ATR. Tidak ada satu pun unsur yang bekerja sendiri dalam misi ini. Semua bergerak sebagai satu tim, satu tujuan, dan satu rasa kemanusiaan demi keberhasilan operasi.
Apresiasi dan Hasil Akhir Operasi SAR Pesawat ATR
Kepala Basarnas RI menyampaikan apresiasi dan rasa hormat mendalam kepada seluruh personel SAR gabungan. Apresiasi ini ditujukan kepada unsur darat, udara, laut, serta instansi pendukung lainnya. Mereka telah menjalankan misi kemanusiaan tersebut dengan sangat baik dan penuh pengorbanan.
“Terima kasih, hormat saya dan saya bangga kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam Operasi SAR ini,” ujar Syafii. Beliau menambahkan bahwa pengabdian dan kerja keras rekan-rekan menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam tugas kemanusiaan.
Sebagai hasil akhir Operasi SAR Pesawat ATR, tercatat sebanyak 11 body pack korban kecelakaan pesawat telah diserahkan. Penyerahan dilakukan kepada tim di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel untuk identifikasi lebih lanjut. Tiga jenazah telah berhasil diidentifikasi identitasnya dan dibawa pulang ke keluarga masing-masing.
Sementara itu, tujuh korban lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI. Kegiatan doa bersama ini secara resmi menandai berakhirnya seluruh upaya kemanusiaan yang intensif selama sepekan. Ini juga menjadi penghormatan terakhir atas kerja keras serta dedikasi tanpa henti dari seluruh tim SAR gabungan yang telah berjibaku di medan sulit.
Sumber: AntaraNews