Basarnas resmi menutup operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Tragedi tersebut menewaskan 10 orang.
Seiring berakhirnya operasi, manajemen Indonesia Air Transport memastikan akan memenuhi seluruh hak keluarga korban, termasuk santunan dan klaim asuransi.
Direktur Utama Indonesia Air Trans, Adi Tri Wibowo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim SAR gabungan yang telah bekerja tanpa henti hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi. Ia juga berharap proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polda Sulsel berjalan lancar sehingga jenazah dapat segera diserahkan kepada keluarga.
"Alhamdulillah telah dinyatakan 10 korban sudah ditemukan. Kami berharap dari hasil DVI nanti akan cocok dan bisa diserahkan kepada keluarga," ujarnya kepada wartawan di Kantor Basarnas Makassar, Jumat (23/1) malam.
Advertisement
3 Jenazah Telah Berhasil Diidentifikasi dan Dipulangkan ke Keluarga
Hingga saat ini, tiga jenazah telah berhasil diidentifikasi dan dipulangkan ke keluarga masing-masing. Ketiganya adalah dua pramugari IAT ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono dan Esther Aprilita Pinarsinta B Sianipar, serta seorang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Deden Maulana.
"Alhamdulillah, ada tiga yang telah kami kirim ke pihak keluarga di Jakarta. Sesuai dengan alamat, dan kami bantu semuanya hingga sampai ke rumah," tuturnya.
Advertisement
Janji Tanggung Jawab Penuh
Terkait kompensasi bagi keluarga korban, Adi menegaskan pihak manajemen akan bertanggung jawab penuh dan berkoordinasi dengan perusahaan asuransi untuk mempercepat proses penyelesaian.
"Akan kami selesaikan. Jadi biar asuransi yang akan menyelesaiakan. Kami akan berikan haknya asuransi," tegasnya.
Selain itu, manajemen juga berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh pascakecelakaan. Investigasi internal akan digelar dengan menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama.
"Kami melakukan investigasi ke dalam. Untuk program berikutnya akan kami tekankan untuk Safety," ucapnya.
Advertisement
Tim SAR Berhasil Menemukan Total 11 Paket Evakuasi
Sementara itu, Kepala Basarnas RI, Laksamana Pertama TNI Moh Syafi'i, menjelaskan bahwa selama operasi berlangsung, tim SAR gabungan berhasil menemukan total 11 paket evakuasi, terdiri atas 10 body pack dan satu body part.
“Seluruh paket yang ditemukan telah dievakuasi dan diserahkan kepada Bidokkes Polda Sulawesi Selatan untuk dilakukan proses identifikasi sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujar Mohammad Syafii.
Tak hanya korban, tim SAR juga berhasil menemukan black box pesawat pada hari kelima pencarian. Perangkat perekam data penerbangan itu kini berada dalam penanganan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk dianalisis lebih lanjut guna mengungkap penyebab kecelakaan.
“Black box yang ditemukan saat ini sedang ditangani oleh KNKT untuk proses investigasi guna mengetahui penyebab kecelakaan pesawat secara teknis,” tambahnya.
Advertisement
Tetap Buka Kemungkinan Operasi Dilanjutkan
Setelah melalui briefing dan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tahapan pencarian, Basarnas memutuskan untuk mengakhiri operasi SAR pada Jumat (23/1).
“Setelah mempertimbangkan hasil pencarian, evakuasi, serta evaluasi di lapangan, maka Operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500 ini kami nyatakan ditutup per hari ini,” jelasnya.
Meski demikian, Basarnas tetap membuka kemungkinan operasi dilanjutkan apabila hasil identifikasi forensik menunjukkan ketidaksesuaian antara temuan di lapangan dan data manifest penumpang.
“Apabila nantinya hasil identifikasi menyatakan bahwa jumlah paket yang ditemukan tidak sesuai dengan data manifest penumpang, maka Operasi SAR dapat dibuka kembali untuk dilakukan pencarian lanjutan,” pungkasnya.