Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi tujuh paket kantong korban dari lokasi kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT di pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, pada Jumat (23/1). Proses evakuasi ini menandai kemajuan signifikan dalam operasi pencarian dan pertolongan yang telah berlangsung sejak insiden terjadi. Keberhasilan ini didukung oleh kondisi cuaca yang kondusif serta koordinasi efektif antarunsur terkait.
Tujuh paket yang terdiri dari enam kantong jenazah dan satu kantong body part tersebut diterbangkan menggunakan helikopter menuju Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin. Selanjutnya, paket-paket ini dibawa melalui jalur darat dengan tujuh ambulans menuju Posko DVI Biddokes Polda Sulsel di Makassar untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI gabungan.
Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan bahwa cuaca yang mendukung serta profesionalisme kru pesawat menjadi kunci sukses evakuasi udara hari ini. Operasi ini diawasi langsung oleh pimpinan guna memastikan setiap tahapan berjalan aman dan terkendali, mempercepat penanganan korban kecelakaan pesawat nahas tersebut.
Advertisement
Advertisement
Operasi Udara Intensif Percepat Evakuasi Korban
Operasi udara pada hari Jumat (23/1) menunjukkan intensitas tinggi dengan pengerahan berbagai unit helikopter untuk mengevakuasi korban pesawat ATR. Panglima Komando Operasi (Pangkoops) AU II dan Kepala Basarnas RI secara langsung memantau jalannya evakuasi dari helikopter Caracal TNI AU. Ini menunjukkan komitmen tinggi dari pimpinan dalam memastikan kelancaran dan keamanan proses penyelamatan.
Helikopter Caracal TNI AU melaksanakan tiga sorti penerbangan untuk mengangkut paket korban dari lokasi kejadian. Sorti pertama dan kedua masing-masing menjemput dua paket, sementara sorti ketiga membawa satu paket, menunjukkan efisiensi dalam setiap pergerakan. Dukungan udara ini krusial mengingat sulitnya medan pegunungan Bulusaraung.
Selain itu, Kapolda Sulsel juga turut serta dalam pemantauan dengan menaiki helikopter Bell 429, memberikan dukungan tambahan yang diperlukan. Helikopter Basarnas Dauphin HR 3601 juga berperan aktif dengan dua sorti penerbangan, masing-masing menjemput satu paket korban. Total tujuh paket berhasil diterbangkan ke Lanud Hasanuddin berkat kerja sama tim yang solid.
Advertisement
Advertisement
Proses Identifikasi DVI Terus Berlangsung
Dengan penambahan tujuh paket yang dievakuasi hari ini, total paket yang telah diserahkan kepada tim DVI mencapai sebelas. Ini terdiri dari sepuluh kantong jenazah dan satu kantong body part yang disatukan, menunjukkan kompleksitas dalam proses identifikasi. Tim DVI gabungan kini memiliki lebih banyak material untuk dianalisis guna mengidentifikasi seluruh korban.
Hingga saat ini, tiga korban dari insiden pesawat ATR tersebut telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI. Namun, masih ada tujuh korban lainnya yang belum teridentifikasi, memerlukan kerja keras dan ketelitian dari tim ahli. Proses identifikasi ini sangat penting untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban.
Pesawat ATR 42-500 PK-THT mengalami kecelakaan tragis di wilayah pegunungan Bulusaraung pada Sabtu, 17 Januari 2026. Pesawat nahas ini diketahui membawa sepuluh orang, yang terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga orang penumpang. Insiden ini menjadi fokus utama operasi SAR dan upaya identifikasi korban.
Advertisement
Sumber: AntaraNews