Bandara Haluoleo Siapkan Posko Terpadu Layani Arus Mudik Lebaran 2026
Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Haluoleo Konsel menyiapkan posko terpadu untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan Arus Mudik Lebaran 2026, mengantisipasi lonjakan penumpang.
Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Haluoleo Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), telah mengambil langkah proaktif menjelang periode Arus Mudik Lebaran 2026. Mereka menyiapkan posko terpadu guna melayani pergerakan penumpang yang mulai menunjukkan tren peningkatan signifikan. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan seluruh pengguna transportasi udara mendapatkan pelayanan terbaik.
Posko terpadu tersebut akan mulai beroperasi pada 13 Maret hingga 30 Maret 2026, melibatkan personel dari Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Koordinasi lintas instansi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi dalam pengamanan dan pelayanan selama musim mudik. Persiapan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diprediksi akan terjadi.
Kepala Bandara Haluoleo, Denny Ariyanto, menyatakan bahwa kolaborasi dengan TNI AU sangat penting untuk mewujudkan perjalanan yang aman, lancar, dan nyaman. Peningkatan jumlah penumpang telah terlihat dalam sepekan terakhir, dengan persentase kenaikan antara satu hingga lima persen. Oleh karena itu, langkah antisipatif ini menjadi krusial.
Koordinasi dan Kesiapan Posko Terpadu
UPBU Haluoleo Konsel telah berkoordinasi erat dengan TNI Angkatan Udara (AU) untuk mengoperasikan posko terpadu. Posko ini akan aktif sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026, mencakup seluruh periode angkutan Lebaran. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang memilih transportasi udara.
Denny Ariyanto menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor demi kelancaran operasional. "Kami berkoordinasi dengan TNI AU untuk membuka posko bersama selama periode angkutan Lebaran," kata Denny. Harapannya, masyarakat dapat terlayani dengan baik, sehingga perjalanan berlangsung aman dan nyaman. Posko ini akan menjadi pusat informasi dan bantuan bagi para pemudik.
Selain aspek keamanan, posko terpadu juga akan fokus pada optimalisasi pelayanan. Berbagai pembenahan teknis dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas bandara berfungsi optimal. Langkah-langkah ini diambil untuk menghadapi potensi lonjakan penumpang yang diperkirakan terjadi.
Prediksi Peningkatan Penumpang dan Puncak Arus Mudik
Berdasarkan data statistik bandara dalam sepekan terakhir, jumlah penumpang telah menunjukkan peningkatan yang konsisten. Peningkatan ini berkisar antara satu hingga empat persen pada hari biasa, dan mencapai sekitar lima persen pada akhir pekan. Tren ini mengindikasikan dimulainya pergerakan mudik lebih awal.
Pihak Bandara Haluoleo memprediksi puncak Arus Mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada H-3 Lebaran. Prediksi ini juga dipengaruhi oleh kedekatan waktu perayaan Lebaran dengan Hari Raya Nyepi. Kombinasi kedua momen penting ini berpotensi meningkatkan kepadatan penumpang secara signifikan.
Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada H+4 Lebaran. Antisipasi terhadap kedua puncak ini menjadi fokus utama dalam perencanaan operasional bandara. Seluruh sumber daya disiapkan untuk mengelola lonjakan penumpang pada periode tersebut.
Kesiapan Infrastruktur dan Potensi Tambahan Penerbangan
Bandara Haluoleo terus melakukan pembenahan pada aspek teknis dan optimalisasi pelayanan. Ini dilakukan untuk memastikan operasional bandara berjalan optimal selama periode mudik Lebaran. Kesiapan infrastruktur menjadi prioritas utama untuk menunjang kelancaran penerbangan.
Hingga saat ini, belum ada maskapai yang mengajukan penambahan jadwal penerbangan atau extra flight. Namun, pihak bandara telah memastikan kesiapan infrastruktur jika sewaktu-waktu ada pengajuan tambahan. Kapasitas bandara siap mengakomodasi peningkatan frekuensi penerbangan.
Denny Ariyanto menyatakan bahwa jika ada permintaan extra flight dari maskapai, pihaknya akan segera menindaklanjuti. Hal ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat Sultra. Fleksibilitas dalam menanggapi permintaan tambahan penerbangan menjadi kunci pelayanan.
Sumber: AntaraNews