Autopsi Selesai, Jenazah Pendaki Asal Brasil akan Dipulangkan ke Negara Asalnya
Jenazah Juliana Marins dipulangkan ke negara asalnya usai diserahkan ke pihak keluarga lewat kuasa hukum.
Jenazah pendaki asal Brasil, Juliana Marins yang menjadi korban kecelakaan di jalur pendakian Gunung Rinjani sudah diserahkan ke pihak keluarga. Penyerahan ini dilakukan usai jenazah diautopsi.
"Jadi dari penyidik sudah menyerahkan (jenazah) ke keluarga lewat (kuasa hukumnya) pagi tadi," kata dokter spesialis forensik Rumah Sakit Bali Mandara, dr Ida Bagus Putu Alit, di Rumah Sakit Bali Mandara, Denpasar, Jumat (27/6).
Setelah sampai di tangan keluarga, jenazah Juliana Marins diterbangkan ke negara asalnya.
"Jadi sepengetahuan saya, karena di luar (wewenang) saya, ini akan mungkin dikirim ke negaranya. Nah saya tidak tahu juga (kapan jenazah diberangkatkan). Jadi menunggu jadwal juga," ujarnya.
Putu Alit mengaku tak mengetahui apakah pihak keluarga meminta jenazah Juliana Marins kremasi. Saat ini, jenazah masih di ruang preservasi untuk diawetkan sebelum dipulangkan ke Brasil.
"Masih kita preservasi, jadi untuk mempertahankan bahwa jenazah itu tetap dalam keadaan awet ke negaranya," ujarnya.
Kondisi Jenazah Saat Tiba di RS
Dia menerangkan, kondisi jenazah korban saat tiba di Rumah Sakit Bali Mandara, masih dalam keadaan utuh dengan luka-luka di sekujur tubuh.
"Kondisinya iya utuh dan memang dengan luka-luka yang ada. Ketika kita periksa memang dalam suhu yang dingin, jadi kemungkinan sudah difreezer sebelumnya," ujarnya.
Hasil Autopsi
Sebelumnya, Putu Alit membeberkan hasil autopsi jenazah Juliana Marins. Dia menyebut, ditemukan adanya luka-luka pada seluruh tubuh korban.
Ada luka lecet geser yang menandakan bahwa korban itu memang tergesek benda-benda tumpul.
"Kemudian kita juga menemukan adanya patah-patah tulang, terutama di daerah dada, bagian belakang, juga tulang punggung dan paha," kata Putu Alit.