Personel Angkatan Udara Brasil membawa peti jenazah wisatawan asal Brasil, Juliana Marins, setibanya di Pangkalan Angkatan Udara Galeão, Rio de Janeiro, pada Selasa (1/7/2025) waktu setempat. Juliana Marins (26) diketahui terjatuh ke jurang saat mendaki Gunung Rinjani, Lombok, pada 21 Juni 2025.
Setelah pencarian intensif oleh tim SAR gabungan, Juliana ditemukan dalam keadaan tak bernyawa pada 24 Juni, di kedalaman sekitar 600 meter. Jenazahnya kemudian dievakuasi ke RSUD Bali Mandara untuk menjalani proses autopsi.
Menurut hasil autopsi, Juliana meninggal sekitar 20 menit setelah terjatuh, akibat benturan keras. Setelah seluruh proses administrasi dan forensik diselesaikan, jenazahnya diterbangkan ke Brasil untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Insiden tragis ini menjadi pengingat penting akan risiko keselamatan pendakian gunung, terutama di medan ekstrem seperti Rinjani. Pemerintah Indonesia dan Brasil sama-sama menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian ini.
Advertisement
Personel Angkatan Udara Brasil menurunkan peti jenazah Juliana Marins, wisatawan yang meninggal di Gunung Rinjani, setelah tiba di Pangkalan Angkatan Udara Galeao di Rio de Janeiro, Brasil, pada 1 Juli 2025. (Mauro PIMENTEL/AFP)
Personel Angkatan Udara Brasil menurunkan peti jenazah Juliana Marins, wisatawan yang meninggal di Gunung Rinjani, setelah tiba di Pangkalan Angkatan Udara Galeao di Rio de Janeiro, Brasil, pada 1 Juli 2025. (Mauro PIMENTEL/AFP)
Personel Angkatan Udara Brasil menurunkan peti jenazah Juliana Marins, wisatawan yang meninggal di Gunung Rinjani, setelah tiba di Pangkalan Angkatan Udara Galeao di Rio de Janeiro, Brasil, pada 1 Juli 2025. (Mauro PIMENTEL/AFP)
Advertisement
Personel Angkatan Udara Brasil menurunkan peti jenazah Juliana Marins, wisatawan yang meninggal di Gunung Rinjani, setelah tiba di Pangkalan Angkatan Udara Galeao di Rio de Janeiro, Brasil, pada 1 Juli 2025. (Mauro PIMENTEL/AFP)
Personel Angkatan Udara Brasil menurunkan peti jenazah Juliana Marins, wisatawan yang meninggal di Gunung Rinjani, setelah tiba di Pangkalan Angkatan Udara Galeao di Rio de Janeiro, Brasil, pada 1 Juli 2025. (Mauro PIMENTEL/AFP)