APEC 2026 China: Beijing Bertekad Wujudkan Rencana Jadi Aksi Nyata di Shenzhen
Sebagai tuan rumah APEC 2026, China berkomitmen mengubah visi komunitas Asia-Pasifik menjadi tindakan konkret. Simak strategi Beijing di Shenzhen untuk kemajuan regional.
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menegaskan komitmen negaranya sebagai tuan rumah Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) 2026 untuk merealisasikan rencana menjadi aksi nyata. Beijing bertekad mengubah pembangunan komunitas Asia-Pasifik dari sekadar cetak biru menjadi kenyataan yang dapat dirasakan semua pihak. Pernyataan ini disampaikan Wang Yi dalam konferensi pers mengenai “Kebijakan diplomasi dan hubungan luar negeri China” di Beijing pada Minggu.
Puncak pertemuan APEC 2026 akan diselenggarakan pada November 2026 di Shenzhen, Provinsi Guangdong, dengan tema besar “Membangun Komunitas Asia-Pasifik untuk Kemakmuran Bersama”. China ingin memastikan bahwa konsep komunitas Asia-Pasifik tidak hanya berhenti di atas kertas, melainkan menjadi konsensus dan praktik hidup masyarakat kawasan. Harapan ini akan dijawab melalui pertemuan di Shenzhen, yang akan menghimpun konsensus dari semua pihak terkait.
APEC Shenzhen 2026 diharapkan dapat memperjelas bidang-bidang prioritas dan merumuskan langkah-langkah yang layak dijalankan untuk mencapai tujuan tersebut. Fokus utama akan diarahkan pada tiga bidang prioritas, yaitu keterbukaan, inovasi, dan kerja sama, guna kembali memperjelas arah kerja sama Asia-Pasifik yang berada di persimpangan jalan dan menghimpun kekuatan. China akan membangun pilar-pilar utama bagi pembangunan komunitas Asia-Pasifik, mengoordinasikan berbagai jalur menuju Kawasan Perdagangan Bebas Asia Pasifik, serta merencanakan pengaturan konektivitas regional.
Fokus Utama APEC Shenzhen 2026
APEC Shenzhen 2026 akan memusatkan perhatian pada tiga pilar utama: keterbukaan, inovasi, dan kerja sama. Menteri Luar Negeri China Wang Yi menekankan bahwa prioritas ini bertujuan untuk mengarahkan kembali kerja sama Asia-Pasifik di tengah dinamika global yang kompleks. China berupaya memastikan bahwa forum ini tidak hanya menghasilkan diskusi, tetapi juga tindakan konkret yang bermanfaat bagi seluruh anggota APEC.
Sebagai bagian dari komitmen ini, China akan membangun pilar-pilar utama bagi pembangunan komunitas Asia-Pasifik. Ini termasuk mengoordinasikan berbagai jalur menuju Kawasan Perdagangan Bebas Asia Pasifik (FTAAP) dan merencanakan pengaturan yang komprehensif untuk konektivitas regional. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat integrasi ekonomi di kawasan dan menciptakan peluang baru bagi perdagangan dan investasi.
Wang Yi juga menyatakan bahwa China akan giat mendorong tiga transformasi besar: digitalisasi, kecerdasan buatan, dan lingkungan. Transformasi ini dianggap krusial untuk menghadapi tantangan masa depan dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan. Sepanjang tahun 2026, China akan menyelenggarakan lebih dari 300 kegiatan di berbagai kota dan provinsi, memberikan kesempatan bagi semua anggota APEC untuk berkontribusi dan berpartisipasi aktif.
Peran China dan Sejarah APEC
China telah menjadi tuan rumah APEC sebanyak tiga kali, yaitu pada tahun 2001 di Shanghai, 2014 di Beijing, dan yang terbaru pada 2026 di Shenzhen. Pengalaman ini menunjukkan peran aktif China dalam memajukan agenda kerja sama regional. Shenzhen, kota yang dipilih sebagai lokasi puncak pertemuan APEC 2026, merupakan simbol penting reformasi dan keterbukaan China, serta etalase cemerlang bagi sosialisme khas China dan garda depan inovasi di Kawasan Guangdong–Hong Kong–Makau.
APEC sendiri merupakan forum kerja sama antara 21 entitas ekonomi di lingkar Samudera Pasifik yang didirikan pada tahun 1989. Keanggotaan APEC bersifat non-politis, ditandai dengan keikutsertaan Hong Kong dan Taiwan. Anggota APEC disebut sebagai “ekonomi” karena interaksi mereka lebih fokus pada aspek ekonomi daripada politik antarnegara.
Tujuan utama APEC saat ini tertuang dalam dokumen visi jangka panjang APEC Putrajaya Vision 2040, yang disepakati pada tahun 2020. Visi ini menggantikan Bogor Goals yang telah menjadi panduan APEC sejak tahun 1994. Dengan visi baru ini, APEC berupaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di seluruh kawasan Asia-Pasifik.
Sumber: AntaraNews