PM Li Qiang Hadiri KTT ASEAN ke-47 di Malaysia: Bahas RCEP hingga Pengukuhan Timor-Leste
PM Li Qiang akan menghadiri KTT ASEAN ke-47 di Malaysia, membahas penguatan kerja sama ekonomi regional dan isu stabilitas, serta kunjungan bilateral ke Singapura. Apa saja agenda utamanya?
Perdana Menteri China, Li Qiang, dijadwalkan akan menghadiri serangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Malaysia pada akhir Oktober 2025. Kehadiran PM Li Qiang ini merupakan undangan langsung dari Perdana Menteri Malaysia, Anwar bin Ibrahim. Ia akan berpartisipasi dalam KTT ke-28 China-ASEAN, KTT ke-28 ASEAN Plus Three, dan KTT ke-20 Asia Timur.
Selain itu, PM Li Qiang juga akan mengambil bagian dalam Pertemuan Pemimpin Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) kelima yang berlangsung di Kuala Lumpur. Rangkaian pertemuan penting ini dijadwalkan pada tanggal 27 dan 28 Oktober 2025. Agenda utama meliputi pembahasan penguatan kerja sama ekonomi dan stabilitas regional.
Sebelum rangkaian KTT di Malaysia, PM Li Qiang akan melakukan kunjungan bilateral ke Singapura pada 25-26 Oktober 2025. Di sana, ia akan bertemu dengan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, untuk mempererat hubungan kedua negara. KTT ASEAN ke-47 ini juga akan mencatat sejarah baru dengan pengukuhan Timor-Leste sebagai anggota tetap.
Fokus Utama KTT dan Agenda PM Li Qiang
Perdana Menteri China Li Qiang akan menjadi sorotan utama dalam KTT ASEAN ke-47 yang berlangsung di Malaysia. Kehadirannya menegaskan komitmen Beijing terhadap penguatan hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan bahwa PM Li Qiang akan berpartisipasi dalam berbagai pertemuan penting.
Guo Jiakun menjelaskan, "Atas undangan Perdana Menteri Malaysia Anwar bin Ibrahim Perdana Menteri Li Qiang akan menghadiri KTT ke-28 China-ASEAN, KTT ke-28 ASEAN Plus Three, dan KTT ke-20 Asia Timur." Pertemuan ini menjadi platform strategis untuk membahas isu-isu regional dan global. China juga akan berupaya membangun Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN 3.0.
Pembangunan Kawasan Perdagangan Bebas China-ASEAN 3.0 diharapkan dapat meningkatkan arus perdagangan dan investasi antar negara anggota. Selain itu, PM Li Qiang juga akan memastikan implementasi berkualitas tinggi dari Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP). Ini menunjukkan ambisi China untuk memperdalam integrasi ekonomi di kawasan.
Peran China dalam Stabilitas dan Ekonomi Regional
Asia Timur diakui sebagai salah satu kawasan dengan dinamisme dan potensi terbesar di dunia, menurut Juru Bicara Kemlu China. Kerja sama yang dipimpin ASEAN memainkan peran krusial dalam mendorong dialog dan menjaga stabilitas regional. China memandang ASEAN sebagai prioritas utama dalam diplomasi negara tetangganya.
Guo Jiakun menyoroti tantangan yang dihadapi kerja sama Asia Timur di tengah transformasi situasi internasional yang kompleks. "Pertumbuhan ekonomi global yang lambat, serta meningkatnya unilateralisme dan proteksionisme," menjadi faktor yang memperumit kondisi. Oleh karena itu, negara-negara di kawasan ini semakin mendambakan stabilitas, kerja sama, dan pembangunan.
China mendukung tema "Inklusivitas dan Keberlanjutan" yang diusung oleh Malaysia sebagai Ketua Bergilir ASEAN. Beijing berharap dapat bekerja sama dengan ASEAN untuk membahas rencana pembangunan bersama. Mereka berkomitmen untuk menjunjung tinggi multilateralisme sejati dan menjaga perdagangan bebas.
China dan ASEAN juga bertekad untuk meneruskan nilai-nilai Asia, yaitu perdamaian, kerja sama, keterbukaan, dan inklusivitas. Tujuannya adalah membangun kawasan yang damai, aman, makmur, indah, dan bersahabat. Hal ini diharapkan dapat memberikan lebih banyak stabilitas dan kepastian bagi kawasan dan sekitarnya.
Kunjungan Bilateral dan Kehadiran Pemimpin Dunia Lain
Sebelum rangkaian KTT di Malaysia, PM Li Qiang akan melangsungkan kunjungan bilateral ke Singapura pada 25-26 Oktober 2025. Dalam kunjungan ini, ia akan bertemu dengan PM Lawrence Wong untuk memperkuat hubungan kedua negara. Guo Jiakun menyatakan bahwa China dan Singapura adalah tetangga yang bersahabat dan mitra kerja sama penting.
"Pada bulan Juni tahun ini, Presiden Xi Jinping bertemu dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong yang sedang berkunjung, memberikan arahan strategis untuk pengembangan hubungan bilateral ke tahap selanjutnya," kata Guo Jiakun. China berharap kunjungan ini dapat menyinergikan strategi pembangunan dan memperdalam kerja sama di berbagai bidang.
KTT ke-47 ASEAN tidak hanya dihadiri oleh PM Li Qiang dan para pemimpin ASEAN, tetapi juga sejumlah pemimpin negara mitra lainnya. Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, dan Presiden Afrika Selatan Matamela Cyril Ramaphosa dijadwalkan turut hadir. Kehadiran mereka menunjukkan pentingnya KTT ini di kancah global.
Selain membahas potensi kerja sama, KTT ini juga akan menjadi forum untuk menyatakan sikap ASEAN tentang perjanjian damai Gaza. Salah satu momen bersejarah dalam KTT ini adalah pengukuhan Timor-Leste sebagai anggota tetap ASEAN. Ini menandai babak baru bagi integrasi regional di Asia Tenggara.
Sumber: AntaraNews