Fakta Unik Shenzhen: Dari Desa Nelayan Jadi Tuan Rumah APEC 2026, China Siap Sambut Dunia!
China resmi ditunjuk sebagai Tuan Rumah APEC 2026, dengan Shenzhen terpilih sebagai lokasi KTT. Transformasi kota ini dari desa nelayan menarik perhatian dunia. Apa saja persiapan China?
Presiden China Xi Jinping secara resmi mengumumkan bahwa negaranya akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC) pada tahun 2026. Pengumuman penting ini disampaikan saat upacara serah terima tuan rumah di Gyeongju, Korea Selatan, yang menandai ketiga kalinya China mengemban peran prestisius ini dalam sejarah forum tersebut.
Kota Shenzhen, sebuah metropolitan modern di pesisir Pasifik, telah dipilih sebagai lokasi utama penyelenggaraan KTT APEC 2026. Pemilihan Shenzhen menarik perhatian global karena transformasinya yang luar biasa dari sebuah desa nelayan primitif menjadi pusat ekonomi dan teknologi terkemuka dalam beberapa dekade terakhir.
Presiden Xi Jinping menyatakan bahwa kesempatan ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk mempertemukan semua pihak guna memajukan tujuan Komunitas Asia Pasifik. Tujuannya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan kemakmuran di seluruh kawasan, serta memperkuat kerja sama praktis di berbagai bidang strategis yang saling menguntungkan.
Shenzhen, Kota Keajaiban yang Siap Sambut APEC 2026
Pemilihan Shenzhen sebagai lokasi KTT APEC 2026 bukan tanpa alasan kuat dan strategis. Presiden Xi Jinping menyebut kota ini sebagai "keajaiban dalam sejarah dunia" yang secara luar biasa diciptakan oleh kerja keras rakyat China sendiri. Transformasi drastis dari sebuah desa nelayan menjadi kota metropolitan internasional modern adalah bukti nyata kemajuan pesat negara tersebut dalam waktu singkat.
Lebih lanjut, Xi Jinping menekankan bahwa Shenzhen juga berfungsi sebagai jendela penting bagi dunia. Kota ini secara jelas menunjukkan komitmen teguh China terhadap strategi keterbukaan yang saling menguntungkan di kancah global. Hal ini sejalan dengan semangat kerja sama ekonomi dan integrasi regional yang selalu diusung oleh APEC.
China secara antusias berharap dapat menyambut seluruh delegasi dan peserta APEC di Shenzhen pada tahun 2026 mendatang. Tujuannya adalah untuk bersama-sama memetakan arah pembangunan Asia Pasifik yang lebih progresif dan berkelanjutan. Mereka berambisi membangun masa depan yang lebih cerah dan makmur bagi seluruh kawasan melalui dialog dan kolaborasi.
Misi APEC dan Tantangan Ekonomi Asia Pasifik
Sebelum pengumuman tuan rumah, Presiden Xi Jinping juga menyampaikan pidato penting dalam KTT ke-32 APEC di Gyeongju, Korea Selatan. Pidato tersebut mengusung tema "Membangun Masa Depan yang Berkelanjutan", menyoroti peran krusial APEC selama lebih dari tiga dekade sejak pendiriannya. Sejak didirikan, APEC telah memelopori kebangkitan kawasan ini ke garda terdepan pembangunan global yang signifikan.
APEC berhasil menjadikan Asia Pasifik sebagai bagian paling dinamis dari ekonomi global, mendorong pertumbuhan, inovasi, dan konektivitas. Namun, saat ini kawasan tersebut menghadapi ketidakpastian yang semakin meningkat akibat berbagai tantangan. Berbagai faktor eksternal dan internal mengganggu stabilitas dalam perkembangannya, memerlukan respons kolektif yang kuat dan terkoordinasi dari para anggotanya.
Presiden Xi Jinping dengan tegas menyatakan, "Semakin kerasnya kondisi lautan, selayaknya kita juga harus bersatu dan harus tetap setia pada misi pendirian APEC untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya persatuan, adaptasi, dan fokus pada tujuan inti APEC di tengah gejolak global yang terus berkembang.
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) adalah forum kerja sama ekonomi terkemuka yang didirikan pada tahun 1989. Forum ini beranggotakan 21 entitas ekonomi yang berada di lingkar Samudera Pasifik, mewakili sebagian besar kekuatan ekonomi dunia. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, kerja sama yang erat, perdagangan bebas, dan investasi yang adil di seluruh kawasan.
- Australia
- Brunei Darussalam
- Kanada
- Chile
- China
- Hong Kong-China
- Indonesia
- Jepang
- Korea Selatan
- Malaysia
- Meksiko
- Selandia Baru
- Filipina
- Peru
- Papua Nugini
- Russia
- Singapura
- Taiwan
- Thailand
- Amerika Serikat
- Vietnam
Sumber: AntaraNews