Alasan Mutasi Para Dokter, Menkes Budi Singgung Ada Persaingan Tidak Sehat
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin buka suara soal memutasi Piprim Basarah Yanuarso yang juga menjabat Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin buka suara soal memutasi Piprim Basarah Yanuarso yang juga menjabat Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Budi menegaskan, bahwa mutasi ini dilakukan sejak 6 bulan lalu untuk pemerataan.
Piprim sebelumnya merupakan dokter praktik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kemudian kena mutasi ke Rumah Sakit Fatmawati (RSF).
"Mutasi itu sudah dilakukan sejak 6 bulan yang lalu. Kenapa? Karena memang kita tidak rata kondisinya di Kemenkes. Teman-teman bisa lihat data yang bisa kita kasih, ada yang dikirim dari Jakarta ke Bali, dari Jakarta ke Jogja, dari Semarang ke Jogja," kata Budi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5).
"Kemudian ada yang dikirim juga dari Harapan Kita ke rumah sakit Cipto. Kita ambil orang Tulungagung ke mana? Ke Dirut Cipto Mangunkusumo kan dari Tulungagung," sambungnya.
Budi menerangkan, mutasi pimpinan rumah sakit dilakukan untuk menjaga iklim yang sehat di dunia kesehatan. Terutama rumah sakit di daerah yang mendapatkan pertolongan dari dokter-dokter hebat dari kota.
"Dirutnya Fatmawati itu juga orang RSCM. Jadi mutasi itu sudah dilakukan sejak 6 bulan yang lalu. Semuanya diputar kenapa? Saya tidak ingin ada budaya-budaya tidak timur. Itu kuat sekali itu saya lihat," jelasnya.
Menurutnya, banyak kasus di internal rumah sakit yang membuat iklim rumah sakit tidak sehat. Semisal, tidak bolehnya praktik ketika ada dokter dari Surabaya dipindah ke Jakarta.
"Saya tanya kenapa gitu? Maksudnya orang Surabaya digituin juga di Jakarta. Dan saya cek benar. Itu kan enggak sehat. Itu sebabnya kita mutasi supaya sehat. Yang dimutasi itu dalam pun yang ramai itu satu. Jadi teman-teman juga mesti put in the context. Mutasi itu akan kita lakukan terus," tegasnya.
Budi memastikan tidak ada niat tertentu terkait mutasi ini. Menurutnya, semata-mata mutasi dilakukan agar iklim internal rumah sakit menjadi sehat.
"Niatnya bukannya buat apa-apa, niatnya untuk meratakan dan menghilangkan budaya di mana sifat-sifat bahwa saya lakukannya hanya mau di rumah sakit ini saja. Enggak mau di tempat lain. Di rumah sakit saya saja kejadian, kok susah tuh pindahin antara PON sama RSCM, antara RSCM sama Dharmais, Harapan Kita dengan RSCM," jelasnya.
"Itu kan susah sekali. Kan enggak baik kan, kalau ada persaingan-persaingan yang tidak sehat seperti ini. Itu sebenarnya niatnya kita," tutupnya.