Airlangga Hartarto soal Harga Emas Naik Turun: Fundamental Ekonomi Kita Kuat
Pada Senin, 28 April 2025, grafik harga emas 24 karat Antam menunjukkan harga turun dari Rp1.965.000 menjadi Rp1.960.000 per gram.
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi fluktuasi harga emas yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, pergerakan harga tersebut bukan disebabkan oleh melemahnya perekonomian nasional, melainkan karena emas merupakan aset safe haven.
"Emas itu safe haven. Kalau dolar turun, emas juga bisa naik. Jadi tidak hanya tergantung rupiah saja. Fundamental kita masih kuat," kata Airlangga di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/4).
Safe haven dalam konteks investasi merujuk pada aset atau instrumen keuangan yang dianggap stabil dan aman, bahkan saat ekonomi global mengalami gejolak.
Pada Senin, 28 April 2025, grafik harga emas 24 karat Antam menunjukkan harga turun Rp5.000 per gram, dari Rp1.965.000 menjadi Rp1.960.000 per gram.
Sebelumnya, fenomena demam borong emas batangan melanda berbagai wilayah Indonesia. Lonjakan minat ini dipicu oleh kenaikan harga logam mulia yang terus memecahkan rekor, sebagai dampak dari kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Pada Kamis (17/4), harga emas Logam Mulia Antam 24 karat kembali mencatat rekor baru. Harga naik hingga Rp32.000 dan mencapai Rp1.975.000 per gram, mendekati angka Rp2 juta per gram.
Direktur Sales & Distribution Bank Syariah Indonesia (BSI), Anton Sukarna, menilai investasi emas masih sangat menarik. Ia memproyeksikan harga logam mulia tersebut akan terus naik dalam jangka menengah hingga panjang, seiring ketidakpastian ekonomi global.
"Secara jangka menengah harga emas diproyeksi naik hingga USD3.200 per troy ounce, bahkan bisa mencapai USD4.500 per troy ounce pada penghujung 2025," ujar Anton dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (17/4).