Ahli Gizi Tegaskan: Susu Bukan Pengganti Makanan Utama Anak
Ahli gizi mengingatkan orang tua untuk tidak memposisikan susu sebagai pengganti makanan utama anak, sebab dapat berisiko kekurangan gizi dan mengganggu tumbuh kembang. Pahami mengapa susu bukan pengganti makanan utama anak.
Jakarta, 9 Januari 2026 – Susu seringkali dianggap sebagai asupan penting bagi pertumbuhan anak. Namun, ahli gizi dari Asosiasi Ahli Gizi Olahraga Indonesia (ISNA), Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, menegaskan bahwa susu tidak boleh diposisikan sebagai pengganti makanan utama anak.
Menurut Rita, susu memiliki peran sebagai bagian dari makan lengkap, terutama di pagi hari, atau dapat dijadikan makanan selingan. Pernyataan ini disampaikan kepada ANTARA di Jakarta, Jumat, menyoroti pentingnya pemahaman orang tua mengenai peran nutrisi susu.
Meskipun anak menyukai susu, orang tua tetap harus mengkondisikan agar anak mengonsumsi makanan lengkap pada jam makan utama, seperti makan siang. Penekanan ini diperlukan untuk memastikan asupan gizi yang seimbang dan optimal bagi tumbuh kembang anak.
Risiko Kekurangan Gizi Jika Susu Menggantikan Makanan Utama
Rita Ramayulis menjelaskan bahwa susu berfungsi melengkapi kebutuhan nutrisi anak, menyediakan protein dan kalsium yang esensial. Namun, jika seluruh asupan diganti dengan susu, anak berpotensi menghadapi risiko kekurangan gizi serius.
Kekurangan gizi ini dapat berupa defisiensi karbohidrat kompleks, serat, serta ketidakseimbangan makronutrien seperti karbohidrat, protein, lemak, dan mikronutrien. Asupan nutrisi yang tidak seimbang ini tidak akan tercipta jika anak hanya mengonsumsi makanan cair.
Selain itu, proses pencernaan dalam tubuh anak juga tidak akan berjalan optimal bila hanya menerima makanan cair. Tubuh memerlukan variasi tekstur dan jenis makanan untuk melatih sistem pencernaan bekerja dengan baik.
Peran Krusial Orang Tua dalam Membentuk Kebiasaan Makan Anak
Masa kanak-kanak adalah periode penting untuk pembelajaran dan pembentukan kebiasaan makan yang sehat. Dosen Pascasarjana Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan ini menekankan bahwa peran orang tua sangat vital dalam mengajarkan dan melatih anak untuk memiliki pola makan yang benar.
Orang tua disarankan untuk lebih cermat dalam menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak-anak yang cenderung lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama. Pendekatan yang efektif meliputi menyepakati menu bersama anak dan memodifikasinya agar sesuai selera sekaligus bernilai gizi tinggi.
Membiasakan anak dengan beragam makanan sejak dini akan membantu mereka mengembangkan preferensi makanan yang sehat dan memastikan asupan nutrisi yang lengkap.
Strategi Efektif Menggunakan Susu sebagai Pelengkap Nutrisi Anak
Untuk memastikan anak mendapatkan gizi yang cukup, Rita menyarankan agar orang tua memprioritaskan pemberian makanan utama terlebih dahulu. Susu dapat diberikan sebagai makanan selingan untuk melengkapi nutrisi yang mungkin kurang dari makanan utama.
Misalnya, jika anak kurang mendapatkan kalsium atau protein dari makanan utama, susu dapat menjadi pelengkap yang baik. Pemberian susu sebagai selingan bisa disertai dengan makanan lain yang bernutrisi, seperti buah-buahan.
Dengan demikian, susu tetap memiliki tempat penting dalam diet anak, namun sebagai penambah gizi, bukan pengganti fondasi nutrisi dari makanan padat yang bervariasi.
Sumber: AntaraNews