50 Proposal Pendanaan PKM Unhas Raih Dukungan Kemdiktisaintek 2026, Unhas Peringkat Kedua Nasional
Unhas raih Pendanaan PKM Unhas untuk 50 proposal dari Kemdiktisaintek 2026, menempatkan kampus ini di peringkat kedua nasional. Prestasi ini membuktikan konsistensi Unhas.
Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menunjukkan taringnya dalam kancah nasional dengan keberhasilan 50 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) meraih pendanaan. Pendanaan ini berasal dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk tahun 2026. Pencapaian ini diumumkan pada Sabtu, 23 Mei, di Makassar, dan menempatkan Unhas pada posisi kedua secara nasional.
Direktur Kemahasiswaan Unhas, Abdullah Sanusi PhD, menyatakan bahwa prestasi ini sangat membanggakan. Unhas berhasil berada di bawah Universitas Gadjah Mada (UGM) yang meraih 56 proposal. Keberhasilan ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan budaya kreativitas dan inovasi yang tumbuh di kalangan mahasiswa.
Sanusi menegaskan bahwa capaian ini menunjukkan konsistensi Unhas sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Meskipun tahun lalu Unhas menjadi peringkat pertama, posisi kedua tahun ini tetap dianggap sebagai prestasi luar biasa. Hal ini mengingat ketatnya persaingan dan terbatasnya kuota pendanaan.
Konsistensi Unhas dalam Inovasi Mahasiswa
Keberhasilan 50 proposal Pendanaan PKM Unhas dari total 190 yang diajukan ke tingkat nasional merupakan capaian signifikan. Angka ini setara dengan 26 persen dari total proposal yang diajukan oleh Unhas. Persentase tersebut menunjukkan kualitas tinggi proposal yang dihasilkan oleh mahasiswa Unhas.
Abdullah Sanusi menekankan bahwa persaingan untuk mendapatkan pendanaan PKM semakin ketat setiap tahunnya. Banyak perguruan tinggi di Indonesia yang menunjukkan peningkatan kualitas proposal. Oleh karena itu, mampu bertahan di posisi dua besar nasional adalah bukti nyata dari komitmen Unhas.
"Mampu tetap berada di posisi dua besar nasional di tengah kompetisi yang semakin ketat tentu menjadi capaian yang membanggakan bagi kami," ujar Abdullah Sanusi. Ia menambahkan bahwa prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan mahasiswa secara berkelanjutan.
Strategi Pembinaan Komprehensif dan Berkelanjutan
Pencapaian gemilang ini tidak terlepas dari strategi pembinaan yang diterapkan oleh Unhas secara intensif dan disiplin. Proses pembinaan dirancang berbasis timeline kegiatan yang jelas dan terstruktur. Ini memastikan setiap tahapan persiapan proposal dilakukan dengan optimal.
Pembinaan dimulai sejak tahap sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam program PKM. Kemudian, dilanjutkan dengan bimbingan teknis penyusunan proposal yang mendalam. Tahapan review berkala juga menjadi kunci untuk memastikan kualitas proposal terus meningkat sebelum diajukan.
"Faktor yang paling menentukan adalah sistem pembinaan yang dilakukan secara intensif, disiplin, dan berkelanjutan," jelas Abdullah Sanusi. Mahasiswa tidak hanya dibimbing dalam menyusun proposal, tetapi juga didampingi melalui proses review secara berkala.
Unhas juga melibatkan dosen pendamping, reviewer internal, serta mahasiswa yang telah berpengalaman lolos PKM atau Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Pola kolaboratif ini terbukti efektif dalam membangun ekosistem belajar yang kuat di antara mahasiswa. Pendekatan ini juga meningkatkan kesiapan tim dalam menghadapi seleksi nasional.
Komitmen Unhas hingga PIMNAS
Abdullah Sanusi memastikan bahwa proses pembinaan tidak akan berhenti setelah pendanaan berhasil diraih. Seluruh tim yang lolos akan terus mendapatkan pendampingan dalam pelaksanaan program. Ini termasuk monitoring dan evaluasi kegiatan, serta penyusunan laporan akhir.
Pendampingan juga mencakup persiapan menuju tahap Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2) dan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). PIMNAS merupakan ajang paling bergengsi dalam Program Kreativitas Mahasiswa di tingkat nasional.
"Kami berharap 50 tim yang memperoleh pendanaan dapat memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal melalui pelaksanaan program yang baik, serta menghasilkan luaran yang berkualitas," tutur Sanusi. Harapan besar diletakkan agar tim-tim ini mampu melangkah hingga PIMNAS dan meraih prestasi tertinggi.
Sumber: AntaraNews