5 Terduga Pelaku Pengeroyokan Dokter di Indramayu Berhasil Diamankan Polisi, Ternyata Ini Pemicunya!
Polres Indramayu berhasil mengamankan lima terduga pelaku pengeroyokan dokter B di Anjatan. Insiden **pengeroyokan dokter Indramayu** ini dipicu dugaan kerusakan mobil korban.
Kepolisian Resor (Polres) Indramayu berhasil mengamankan lima orang terduga pelaku pengeroyokan terhadap seorang dokter berinisial B (37) di Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Penangkapan ini dilakukan setelah korban melaporkan insiden kekerasan yang dialaminya.
Peristiwa **pengeroyokan dokter Indramayu** ini bermula dari dugaan kerusakan mobil milik korban yang dilaporkan oleh istrinya pada Kamis (23/10). Saat korban pulang untuk mengecek, ia justru dihadang dan dikeroyok oleh sejumlah orang di depan kediamannya.
Akibat aksi brutal tersebut, dokter B mengalami luka di beberapa bagian wajah dan kepala. Kasus ini kini dalam penanganan lebih lanjut oleh penyidik Satreskrim Polres Indramayu untuk proses hukum.
Kronologi Pengeroyokan Dokter di Indramayu
Kepala Satreskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bachar, menjelaskan bahwa insiden pengeroyokan berawal dari kabar kerusakan mobil korban. Istri dokter B menginformasikan bahwa kendaraannya sempat dipukul oleh seseorang yang diduga perangkat desa setempat.
Mendengar kabar tersebut, dokter B yang bekerja di salah satu rumah sakit di Indramayu, segera pulang. Ia tiba di rumah sekitar pukul 14.30 WIB dan berniat menanyakan kejadian perusakan mobilnya.
Namun, saat hendak mencari tahu, korban justru dihadang dan dikeroyok secara bersama-sama oleh beberapa pelaku di depan kediamannya. “Saat hendak menanyakan kejadian tersebut, korban justru dihadang dan dikeroyok secara bersama-sama oleh beberapa pelaku di depan kediamannya,” kata Arwin.
Akibat pemukulan tersebut, dokter B mengalami luka di bagian pipi kanan, kening kiri, serta belakang telinga kanan. Luka-luka ini menjadi bukti fisik atas tindak kekerasan yang dialaminya.
Identitas Pelaku dan Proses Penyelidikan
Setelah insiden pengeroyokan, korban segera melaporkan peristiwa tersebut ke polsek setempat untuk penanganan hukum. Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan cepat oleh pihak kepolisian.
Polres Indramayu kemudian melakukan serangkaian penyelidikan di lapangan dan pemeriksaan awal. Dari hasil penyelidikan tersebut, lima orang terduga pelaku berhasil diamankan.
Kelima terduga pelaku tersebut berinisial R (42), H (45), S (41), Su (53), dan T (47). “Kelima terduga pelaku yang diamankan saat ini berinisial R (42), H (45), S (41), Su (53), dan T (47),” ujar AKP Muchammad Arwin Bachar.
Pihak kepolisian juga telah menyita sejumlah barang bukti penting, termasuk rekaman video peristiwa pengeroyokan dan hasil visum korban. Bukti-bukti ini menguatkan dugaan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHP. Saat ini, para terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan mendalam oleh penyidik Satreskrim Polres Indramayu.
Imbauan Keamanan dari Polres Indramayu
Menyikapi kasus pengeroyokan ini, Kepala Seksi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
AKP Tarno juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu melapor jika melihat atau menemukan potensi gangguan keamanan. Pelaporan dapat dilakukan melalui layanan yang telah disediakan oleh Polres Indramayu.
Masyarakat dapat menghubungi layanan lapor via WhatsApp di nomor 081999700110 atau melalui call center 110. “Ada layanan lapor via WhatsApp di nomor 081999700110 atau call center 110,” kata AKP Tarno.
Imbauan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap tindak kejahatan atau potensi gangguan keamanan dapat segera ditangani oleh pihak berwenang, sehingga menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh warga Indramayu.
Sumber: AntaraNews