Kasus Penganiayaan Dokter Anestesi di RS Sultan Agung Semarang, Polisi Sita CCTV

Terlapor yang merupakan Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung, DS, belum diperiksa.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Kasus Penganiayaan Dokter Anestesi di RS Sultan Agung Semarang, Polisi Sita CCTV
Kasus Penganiayaan Dokter Anestesi di RS Sultan Agung Semarang, Polisi Sita CCTV (Merdeka.com)

Polda Jateng terus mengembangkan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang dosen terhadap dokter Astrandaya Ajie. Hasilnya rekaman CCTV dari Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang dilakukan penyitaan.

"Kasunya dalam pengembangan, baru lima orang diminta keterangan dan sedang dilakukan kegiatan berikutnya penyitaan barang bukti sudah dilakukan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jateng Kombes Pol Dwi Subagio, Jumat (26/9).

Saat ini, penyidik masih menunggu hasil visum. Sedangkan terlapor yang merupakan Dosen Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung, DS, belum diperiksa.

"Belum masih penyelidikan," ujar Dwi.

Sebelumnya, kasus dugaan penganiayaan terhadap tenaga kesehatan di RSI Sultan Agung Semarang viral di media sosial. Seorang dokter dilaporkan menjadi korban pemukulan oleh pria yang mendampingi istrinya saat menjalani persalinan di rumah sakit tersebut. Pria tersebut merupakan suami pasien yang juga seorang dosen fakultas hukum di Universitas Sultan Agung Semarang, DS.

Peristiwa pemukulan ini terekam kamera dan viral di media sosial. Dalam narasinya menyebutkan bahwa seorang dokter anestesi dipukul hingga membuat bidan ketakutan saat bertugas.

Video yang berisi rekaman suara seorang pria DS yang tengah memaki seorang tenaga kesehatan perempuan. Dalam rekaman tersebut, pria itu terdengar melontarkan kata-kata kasar dan bahkan mengancam akan membakar rumah sakit.

Rekomendasi