2 Remaja Tenggelam di Sungai Cisadane Ditemukan Tewas Berpelukan
Dua orang remaja ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di Sungai Cisadane.
Dua remaja dilaporkan tewas tenggelam saat mereka berenang di Sungai Cisadane yang terletak di Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor pada Jumat sore, 19 September 2025.
Jasad kedua remaja yang berusia 14 tahun, yaitu Rizky Saputra alias Raja dan Muhammad Zulfikar, ditemukan dalam keadaan berpelukan di dasar sungai, tidak jauh dari tempat mereka tenggelam.
"Sekitar pukul 20.20 WIB, tim penyelam menemukan kedua jasad korban di kedalaman sekitar 3 meter," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko dikutip dari Liputan6.com, Sabtu (20/9).
Ia menambahkan bahwa posisi jasad yang berpelukan menunjukkan kemungkinan bahwa mereka saling menolong satu sama lain saat kejadian, tetapi akhirnya keduanya tenggelam.
Dimas juga menginformasikan bahwa jenazah Rizky Saputra telah diserahkan kepada keluarganya yang berada di Sindangbarang Pengkolan, Kelurahan Sindangbarang, Kota Bogor.
Sementara itu, jenazah Muhammad Zulfikar diserahkan kepada keluarganya yang tinggal di Gang Asikin, Kelurahan Cilendek Timur, Kota Bogor.
"Setelah berhasil dievakuasi, kedua jenazah langsung dibawa ke rumah duka masing-masing untuk dimakamkan," tutupnya.
Kronologi
Berdasarkan penjelasan dari tiga teman korban, Dimas melanjutkan, mereka awalnya bermain di sekitar aliran sungai.
Sekitar pukul 16.00 WIB, Rizky Saputra dan Muhammad Zulfikar mulai berenang di Sungai Cisadane, sementara tiga teman mereka lainnya tetap berada di tepi sungai.
"Keduanya awalnya berenang bolak-balik melintasi sungai, berpindah dari satu tepi ke tepi lainnya," kata Dimas.
Sayangnya, saat mereka hendak kembali ke arah teman-teman mereka, keduanya terseret arus yang cukup kuat. Salah satu teman yang melihat kejadian tersebut segera berusaha menolong kedua korban.
"Temannya berhasil meraih tangan salah satu korban, tetapi terlepas karena arus yang sangat kuat," jelasnya.
Dua teman lainnya kemudian mencari batang bambu untuk membantu, namun sayangnya, saat pertolongan dilakukan, keduanya sudah tenggelam.