Tim SAR Terus Lakukan Pencarian Bocah Tenggelam di Sungai Tulungagung, Satu Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan masih gencar melakukan pencarian bocah tenggelam di Sungai Bodeng, Tulungagung. Satu korban ditemukan meninggal, sementara satu lainnya masih hilang dan memicu kekhawatiran.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim SAR Terus Lakukan Pencarian Bocah Tenggelam di Sungai Tulungagung, Satu Korban Ditemukan Meninggal Dunia
Tim SAR gabungan terus berupaya menemukan Rizal, bocah tenggelam di Sungai Bodeng Tulungagung, setelah insiden tragis saat bermain air yang juga merenggut nyawa temannya. (AntaraNews)

Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian intensif terhadap seorang bocah yang tenggelam di Sungai Bodeng, Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Tulungagung. Insiden tragis ini terjadi pada hari Minggu, saat dua anak bermain air dan ban yang mereka gunakan terbalik di tengah sungai. Satu korban, Rangga (11), telah ditemukan meninggal dunia, sementara Rizal (11) masih dalam upaya pencarian oleh petugas.

Operasi pencarian melibatkan berbagai elemen, termasuk BPBD, Damkar Tulungagung, dan Basarnas Pos SAR Trenggalek, yang mengerahkan perahu karet serta tim penyisir darat. Mereka berupaya maksimal untuk menemukan Rizal yang hingga kini belum berhasil ditemukan setelah insiden nahas tersebut. Kondisi sungai yang menantang menjadi salah satu kendala utama dalam proses evakuasi.

Komandan Operasi Basarnas Pos SAR Trenggalek, Fitra Atmakasanda, mengonfirmasi bahwa pencarian akan dilanjutkan pada Senin pagi setelah dihentikan menjelang petang. Fokus utama tetap pada penyisiran jalur air dan darat, mengingat dugaan korban belum hanyut terlalu jauh. Peristiwa ini bermula ketika tiga bocah berpamitan untuk memancing, namun malah bermain air.

Kronologi Insiden Tragis di Sungai Bodeng

Insiden tragis yang menyebabkan dua bocah tenggelam ini bermula ketika Rizal, Rangga, dan Daffa berpamitan kepada orang tua mereka untuk pergi memancing. Ketiganya menuju Sungai Bodeng di Desa Tiudan, sebuah lokasi yang sering didatangi warga untuk berbagai aktivitas. Namun, niat memancing berubah menjadi petaka saat mereka menemukan ban dalam mobil.

Melihat ban tersebut, Rizal, Rangga, dan Daffa memutuskan untuk bermain air di sungai yang arusnya cukup tenang saat itu. Rizal dan Rangga kemudian menaiki ban tersebut dan mulai masuk ke aliran sungai. Tanpa diduga, ban yang mereka gunakan tiba-tiba terbalik, menjatuhkan kedua bocah ke dalam air.

Diduga kuat tidak bisa berenang, kedua bocah tersebut langsung tenggelam ke dasar Sungai Bodeng. Daffa, yang menyaksikan kejadian itu, segera berlari mencari pertolongan warga sekitar dengan panik. Tak lama berselang, warga berhasil menemukan Rangga sekitar 300 meter dari lokasi kejadian, namun dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Sementara itu, Rizal masih belum ditemukan hingga sore hari setelah insiden tersebut. Upaya pencarian bocah tenggelam ini pun segera diintensifkan oleh tim SAR gabungan yang tiba di lokasi. Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya bermain di sungai tanpa pengawasan dan kemampuan berenang yang memadai.

Kendala dan Strategi Pencarian Korban Tenggelam

Tim SAR gabungan menghadapi berbagai kendala dalam upaya pencarian bocah tenggelam, Rizal, di Sungai Bodeng. Komandan Operasi Basarnas Pos SAR Trenggalek, Fitra Atmakasanda, menjelaskan bahwa karakteristik sungai sangat menantang. Banyak halangan bawah air seperti tanaman enceng gondok dan berbagai rintangan lain menyulitkan proses penyisiran.

Selain rintangan, kedalaman sungai juga bervariasi, berkisar antara 1,5 hingga 4 meter, menambah kompleksitas pencarian. Arus sungai yang berubah-ubah juga menjadi faktor yang mempersulit tim dalam menentukan arah hanyut korban. Meskipun titik-titik yang berpotensi menjadi jalur hanyut telah disisir, hasil pencarian masih nihil hingga sore hari.

Pencarian bocah tenggelam ini dihentikan menjelang petang sesuai standar operasi keselamatan dan akan dilanjutkan pada Senin pagi. Fitra Atmakasanda menyebutkan bahwa fokus pencarian besok tetap melalui jalur air menggunakan dua perahu karet. Selain itu, penyisiran darat juga akan dilakukan untuk mengawasi titik-titik rawan yang diduga menjadi pergerakan arus membawa korban.

Dugaan sementara menunjukkan bahwa korban belum hanyut terlalu jauh dari titik tenggelam, mengingat kondisi arus cenderung tenang. Tim SAR berkomitmen untuk memaksimalkan pencarian pada hari berikutnya dengan harapan dapat segera menemukan Rizal. Koordinasi antar instansi dan relawan terus dilakukan demi kelancaran operasi ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi