18 Jembatan Bailey Aceh Rampung, Konektivitas Warga Kembali Pulih
Tim media Presiden Prabowo Subianto melaporkan 18 Jembatan Bailey Aceh telah selesai dibangun, memastikan konektivitas masyarakat kembali pulih dan aktivitas sehari-hari berjalan lancar.
Tim media Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa sebanyak 18 unit Jembatan Bailey di Provinsi Aceh telah rampung 100 persen. Pembangunan ini memungkinkan jembatan-jembatan tersebut kembali dapat dilalui oleh masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menunjang kelancaran aktivitas sehari-hari warga di berbagai wilayah.
Selain 18 jembatan yang sudah selesai, enam jembatan Bailey lainnya masih dalam tahap penyelesaian dengan progres lebih dari 50 persen. Sementara itu, 30 titik jembatan lain sedang dalam tahap persiapan pembangunan. Total 54 titik jembatan Bailey di Aceh akan segera rampung untuk memastikan konektivitas yang kuat.
Keberadaan Jembatan Bailey ini sangat vital pasca-bencana untuk memulihkan akses transportasi. Pengerjaan proyek ini melibatkan berbagai pihak, termasuk personel TNI Angkatan Darat. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak.
Jembatan Gosong Telaga Barat, Aceh Singkil, Siap Digunakan
Salah satu Jembatan Bailey yang telah rampung dan siap digunakan oleh warga adalah Jembatan Gosong Telaga Barat di Aceh Singkil. Jembatan ini memiliki konstruksi kokoh dan bersih dengan desain berwarna merah putih yang khas. Jembatan Gosong Telaga Barat dirancang dua jalur sehingga mampu dilalui oleh dua kendaraan roda empat secara bersamaan.
Penyelesaian jembatan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat setempat yang sebelumnya kesulitan akses. Kini, mobilitas warga untuk kegiatan ekonomi dan sosial dapat kembali berjalan normal. Kehadiran jembatan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta mempermudah distribusi barang dan jasa.
Progres Pembangunan Jembatan Bailey Bener Meriah dan Bireuen
Pembangunan Jembatan Bener Pepanyi di Desa Bener Pepanyi, Kecamatan Permata, Bener Meriah, terus dikebut. Berdasarkan pantauan terkini pada Jumat (23/1/2026), beberapa material inti berupa tulang-tulang besi sudah terpasang dengan baik. Alat berat juga terus bekerja membersihkan area jalan di sekitar lokasi pembangunan jembatan.
Progres pembangunan Jembatan Bener Pepanyi telah mencapai 77 persen dan melibatkan 25 personel TNI Angkatan Darat. Rinciannya, 15 personel berasal dari Yonzipur 9 dan 10 personel dari Denzipur 3. Jembatan ini direncanakan membentang sepanjang 50 meter dengan kedalaman 17 meter.
Untuk memperkuat struktur, rekondisi jalan serta pembuatan abutment (penopang utama jembatan ke tanah) dan bronjong (anyaman kawat baja) akan dilaksanakan. Ini bertujuan untuk mendekatkan dan memperkokoh tepi-tepi jembatan. Pembangunan ini krusial untuk konektivitas di wilayah tersebut.
Di sisi lain, pembangunan Jembatan Wisata Laut Jangka Desa, Bireuen, juga dimasifkan dengan rangka-rangka inti yang sudah terbentang. Jembatan ini dibangun persis di atas lokasi jembatan sebelumnya yang rusak akibat terdampak bencana. Progresnya sudah mencapai 65 persen dan dikerjakan oleh 17 personel dari Zeni Kodam Iskandar Muda.
Total Jembatan Bailey di Aceh dan Tantangan Selanjutnya
Secara keseluruhan, terdapat 24 jembatan yang sudah dibangun pasca-bencana di Aceh. Dari enam jembatan yang masih dalam proses, beberapa menunjukkan progres yang bervariasi. Satu jembatan di Uning Baro, Bener Meriah, Aceh, masih nol persen dan Jembatan Matang Serdang di Aceh Utara menunjukkan progres sembilan persen.
Percepatan pembangunan Jembatan Bailey ini menjadi prioritas untuk memulihkan infrastruktur vital dan mendukung roda perekonomian daerah. Pemerintah terus berupaya memastikan seluruh 54 titik jembatan Bailey di Aceh dapat segera rampung.
Hal ini demi mewujudkan konektivitas yang merata dan mendukung pemulihan pasca-bencana secara menyeluruh. Keterlibatan berbagai pihak, termasuk TNI Angkatan Darat, sangat penting dalam mencapai target ini.
Sumber: AntaraNews