18 Jembatan Bailey di Aceh Rampung, Fokus Berlanjut ke Puluhan Titik
Sebanyak 18 jembatan Bailey di Aceh telah selesai dibangun, sementara puluhan lokasi lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Pembangunan jembatan bailey di Aceh menunjukkan kemajuan yang sangat baik. Saat ini, sebanyak 18 jembatan bailey telah selesai dan dapat digunakan oleh masyarakat.
Selain itu, ada enam jembatan yang masih dalam proses pengerjaan dengan tingkat kemajuan lebih dari 50 persen. Di samping itu, terdapat 30 titik jembatan tambahan yang saat ini sedang dalam tahap persiapan.
Dengan demikian, total ada 54 titik yang memerlukan konektivitas melalui jembatan bailey di berbagai daerah Aceh dan ditargetkan dapat segera terhubung dalam waktu dekat.
Menurut keterangan tertulis yang dirilis pada Sabtu (24/1/2026), salah satu jembatan yang telah selesai dan sudah dapat dilalui oleh masyarakat adalah Jembatan Gosong Telaga Barat yang terletak di Aceh Singkil.
Jembatan yang berwarna merah putih ini terlihat kokoh dan bersih, serta dirancang dengan dua jalur, sehingga dapat dilalui oleh dua kendaraan roda empat secara bersamaan.
Keberadaan Jembatan Gosong Telaga Barat memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari warga yang sebelumnya terganggu akibat kerusakan infrastruktur.
Proses Pembangunan Sedang Berlangsung
Saat ini, pembangunan Jembatan Bener Pepanyi di Desa Bener Pepanyi, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, sedang dipercepat.
"Rangka inti berupa tulang-tulang besi jembatan telah terpasang," ungkap pihak terkait.
Sejumlah alat berat masih dikerahkan untuk membersihkan dan merapikan akses jalan menuju lokasi jembatan. Progres pembangunan Jembatan Bener Pepanyi kini telah mencapai 77 persen.
Sebanyak 25 personel TNI Angkatan Darat dilibatkan dalam proyek ini, dengan rincian 15 personel dari Yonzipur 9 dan 10 personel dari Denzipur 3.
Jembatan ini direncanakan memiliki panjang 50 meter dan kedalaman sekitar 17 meter. Oleh karena itu, diperlukan rekondisi jalan serta pembangunan abutment dan bronjong untuk memperkuat dan mendekatkan sisi tepi jembatan.
Di lokasi lain, pembangunan Jembatan Wisata Laut Jangka di Desa Kabupaten Bireuen juga sedang digencarkan. Jembatan sepanjang 36 meter ini dibangun di atas jembatan lama yang terdampak bencana, dengan progres pengerjaan yang telah mencapai 65 persen dan dikerjakan oleh 17 personel Zeni Kodam Iskandar Muda.
Daftar 18 jembatan Bailey Rampung 100 Persen
Di Bireuen, terdapat sejumlah jembatan yang menjadi penghubung penting bagi masyarakat. Di antaranya adalah Jembatan Teupin Mane, Jembatan Teupin Reudeup, Jembatan Jeumpa/Cot Bada, Jembatan Matang Bangka, dan Jembatan Kutablang. Setiap jembatan ini memiliki peran strategis dalam memperlancar akses transportasi dan mobilitas warga.
Selain itu, wilayah Bener Meriah juga memiliki beberapa jembatan yang tak kalah penting. Beberapa di antaranya adalah Jembatan Weh Pase, Jembatan Timang Gajah, Jembatan Jamur Ujung 1, Jembatan Jamur Ujung 2, Jembatan Bener Kelipah, dan Jembatan Wehni Rongka. Jembatan-jembatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai simbol konektivitas antar daerah.
Sementara itu, di Aceh Utara, terdapat beberapa jembatan yang juga berfungsi vital. Di antara jembatan tersebut adalah Jembatan Panton Nisam dan Jembatan Bukit Dara Bhaktya. Jembatan-jembatan ini membantu memperlancar arus lalu lintas serta meningkatkan perekonomian lokal.
Di Nagan Raya, Jembatan Beutong Ateuh menjadi salah satu jembatan yang penting. Sementara itu, di Aceh Timur, terdapat Jembatan Baroh Bogeng dan Jembatan Seunebok yang juga berkontribusi dalam mempermudah akses masyarakat. Jembatan-jembatan ini sangat berperan dalam mendukung aktivitas sehari-hari warga.
Di Aceh Tengah, Jembatan Karang Pelang menjadi salah satu jembatan yang strategis. Tak ketinggalan, Jembatan Gosong Telaga Barat di Aceh Singkil juga memiliki peran penting dalam memperkuat koneksi antar wilayah. Semua jembatan ini merupakan bagian dari infrastruktur yang mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi di daerah masing-masing.
Enam Jembatan Lain
Progres pembangunan infrastruktur di Aceh menunjukkan perkembangan yang beragam. Di Jalan Bandara Rembele, Bener Meriah, progresnya mencapai 55 persen, menunjukkan kemajuan yang cukup baik.
Sementara itu, Jembatan Bener Pepanyi juga menunjukkan progres yang signifikan dengan angka 77 persen.
Namun, tidak semua proyek berjalan dengan baik; Jembatan Matang Serdang di Aceh Utara hanya mencapai progres 9 persen, yang menandakan adanya kendala dalam pelaksanaannya.
Di sisi lain, Jembatan Wisata Laut Jangka Desa di Bireuen telah mencapai progres 65 persen, yang merupakan hasil positif bagi pengembangan pariwisata di daerah tersebut.
Jembatan PLTA Angkup di Aceh Tengah juga menunjukkan progres yang cukup baik, yakni 50 persen.
kNamun, Jembatan Uning Baro di Bener Meriah masih berada di titik nol persen, yang menandakan bahwa proyek ini belum dimulai. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya perhatian lebih untuk memastikan semua proyek infrastruktur dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.