Mencetak Jaksa Muda Menuju Indonesia Emas 2045
Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa Angkatan LXXXII resmi dibuka oleh Jaksa Agung, menandai langkah strategis dalam pengembangan jaksa masa depan.
Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXXII (82) Gelombang I Tahun 2025 resmi dibuka pada Kamis, 24 April 2025. Pembukaan ini dilakukan oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin yang diwakili oleh Jaksa Agung Muda Pembinaan, Bambang Sugeng Rukmono. Kegiatan ini berlangsung di Aula Sasana Adhika Karya Badan Diklat Kejaksaan Agung RI, Ragunan, Jakarta Selatan.
Sebanyak 355 peserta mengikuti diklat ini, termasuk 5 peserta dari unsur Oditur Militer. Keikutsertaan oditur militer ini menandai penguatan sinergi antara Kejaksaan dan institusi militer, serta langkah strategis dalam pengembangan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer dan Asisten Pidana Militer di daerah. Hal ini menunjukkan komitmen Kejaksaan dalam mengintegrasikan berbagai aspek penegakan hukum di Indonesia.
PPPJ tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis menjadi Jaksa, tetapi juga pada pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai etika, dan pembangunan integritas yang kokoh. Nilai-nilai TRI KRAMA ADHYAKSA dan Trapsila Adhyaksa Berakhlak ditekankan sebagai pedoman bagi calon Jaksa. Selain itu, diklat ini juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap dinamika hukum, khususnya terkait berlakunya KUHP Nasional pada tahun 2026 dan perubahan KUHAP yang sedang dibahas.
Fokus dan Tujuan Pendidikan dan Pelatihan
Pendidikan dan pelatihan ini bertujuan untuk mencetak Jaksa muda yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan hukum di era digital. Jaksa Agung menekankan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana dalam menunjang keberhasilan proses pendidikan. Ia juga berpesan agar hanya peserta yang benar-benar memenuhi standar kualitas yang ditetapkan yang diluluskan, karena mereka akan menjaga marwah dan kehormatan Kejaksaan di masa depan.
Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI, Dr. Leonard Eben Ezer Simanjuntak, menyampaikan bahwa pelatihan ini mengusung tema 'Transformasi Jaksa yang Berkeadilan, Humanis, Akuntabel, dan Modern menuju Indonesia Emas'. Program ini bertujuan mencetak jaksa-jaksa muda yang berintegritas tinggi, profesional, serta adaptif terhadap perubahan zaman.
Pelatihan ESQ yang menjadi bagian dari kurikulum PPPJ memiliki peran penting dalam membentuk karakter unggul peserta. Melalui integrasi kecerdasan intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ), pelatihan ini berfokus pada pengembangan nilai, sistem, dan kepemimpinan (value, system, leadership) para calon jaksa. 'Transformasi dimulai dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Itulah fondasi membangun Jaksa Generasi Emas 2045,' tegas Dr. Leonard.
Pesan Inspiratif dari Pendiri ESQ Corp
Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, memberikan inspirasi dan motivasi kepada para calon jaksa dalam program pelatihan ini. Dalam kesempatan tersebut, Ary memperkenalkan konsep penting tentang tiga tipe jaksa: Jaksa Strong Why, Jaksa Big Why, dan Jaksa Grand Why. Menurutnya, Jaksa Strong Why adalah mereka yang berorientasi pada materi, sementara Jaksa Big Why lebih berfokus pada pencapaian jabatan.
Namun, jaksa yang ideal untuk masa depan Indonesia adalah Jaksa Grand Why - jaksa yang mengabdi sepenuh hati kepada Tuhan, bangsa, dan negara. 'Jaksa Grand Why adalah jaksa berhati emas, yang menegakkan hukum bukan semata karena jabatan atau imbalan, tetapi karena panggilan luhur untuk mewujudkan keadilan sejati bagi Indonesia,' ungkap Ary di hadapan para calon jaksa.
Konsep ini sejalan dengan visi Kejaksaan Agung RI dalam menyiapkan Jaksa Indonesia Emas 2045 - generasi jaksa yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas tinggi, tulus, jujur, dan konsisten dalam mengabdikan diri kepada bangsa. Ary Ginanjar menyampaikan apresiasi kepada Jaksa Agung RI, Bapak ST Burhanuddin, serta Kepala Badiklat Kejaksaan Agung RI, Bapak Leonard Eben Ezer Simanjuntak, atas kepercayaan dan kolaborasi yang diberikan.
Harapan untuk Masa Depan
Dalam pesannya, Ary Ginanjar mengingatkan pentingnya konsistensi dalam berbuat kebaikan, meskipun mungkin tidak selalu terlihat atau dihargai orang lain. 'Pada akhirnya, ini bukan antara dirimu dan mereka, tetapi antara dirimu dengan Tuhan,' pungkasnya. Dengan demikian, harapan besar tertuju kepada para calon jaksa agar dapat menjadi pribadi yang ikhlas, jujur, dan selalu berpegang pada kebenaran, demi tegaknya keadilan di bumi Indonesia.
Dengan dibukanya PPPJ Angkatan LXXXII ini, diharapkan akan lahir generasi jaksa yang siap menghadapi tantangan hukum di era digital, serta mampu menjaga marwah dan kehormatan institusi Kejaksaan dalam menegakkan hukum di Indonesia.