Tidak Menyembelih Sapi, Begini Cara Masjid Menara Kudus Jaga Toleransi Umat Hindu saat Hari Raya Iduladha
Ajaran toleransi itu pertama kali diajarkan oleh Sunan Kudus sewaktu mengajarkan Islam di Kudus.
Ajaran toleransi itu pertama kali diajarkan oleh Sunan Kudus sewaktu mengajarkan Islam di Kudus.
Tidak Menyembelih Sapi, Begini Cara Masjid Menara Kudus Jaga Toleransi Umat Hindu saat Hari Raya Iduladha
Kabupaten Kudus, Jawa Tengah merupakan salah satu wilayah yang konsisten dalam menjaga budaya toleransi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Ajaran toleransi itu pertama kali diajarkan oleh Sunan Kudus sewaktu mengajarkan Islam di Kudus.
Waktu itu banyak penduduk di Kudus dan sekitarnya yang menganut ajaran Hindu. Salah satu bentuk toleransi itu adalah dengan tidak menyembelih sapi, karena sapi merupakan hewan suci dalam agama Hindu.
Sebagai gantinya, hewan kurban diganti dengan kerbau, domba, atau kambing.
Belakangan ini, memang ada pergeseran pilihan hewan kurban karena ada yang menyembelih sapi pada Hari Raya Iduladha dengan berbagai pertimbangan. Misalnya, selain harga kerbau lebih mahal, hewan sapi juga lebih mudah diperoleh di pasaran.
Bahkan saat ini populasi ternak di Kudus didominasi ternak sapi, bukan kerbau. Maka tak heran, untuk mendapatkan kerbau, pedagang di Kudus harus mengimpor dari sentra-sentra kerbau dari luar daerah.
Namun bagaimanapun keadaannya, rupanya budaya toleransi yang diwariskan Sunan Kudus telah mengakar di tengah masyarakat Kudus hingga sekarang.
Dinas Pertanian dan Pangan Kudus memprediksi jumlah ternak yang dijadikan kurban pada tahun 2024 masih tetap didominasi kerbau. Jumlahnya diperkirakan mencapai 2.242 ekor, sedangkan sapi hanya 420 ekor. Lalu ada kambing sebanyak 7.672 ekor, dan domba sebanyak 106 ekor.
Budayawan Kudus, Suprayitno, mengatakan bahwa minimnya populasi hewan ternak di Kudus tidak akan menyurutkan masyarakat untuk menyembelih kerbau saat Iduladha karena mereka memiliki keyakinan fanatik untuk melestarikan ajaran Sunan Kudus.
Warga dari luar daerah yang menetap di Kudus, karena lingkungannya juga fanatik mengamalkan ajaran Sunan Kudus, pada akhirnya ikut menghormati kearifan lokal dengan menyembelih kerbau sebagai bentuk toleransi antar umat beragama.
Dilansir dari ANTARA, masyarakat Kudus sendiri cukup akrab dengan daging kerbau karena awalnya hewan ini dijadikan sebagai penarik gerobak, alat transportasi yang sudah ada sejak era Majapahit.
Selain itu, kerbau digunakan pula sebagai alat membajak sawah oleh para petani sebelum akhirnya digantikan oleh tractor.
Salah satu masjid yang masih setia memegang ajaran Sunan Kudus adalah Masjid Al Aqsha Menara Kudus.
Di masjid itu, hewan kurban yang disembelih hanya kerbau, kambing, dan domba. Karena sudah menjadi tradisi, selama ini tidak ada warga yang menyerahkan sapi sebagai hewan kurban di masjid itu.
Ajaran Sunan Kudus ini diyakini tidak akan punah karena masih banyak pihak yang menyebarluaskan informasi mengenai ajaran tersebut kepada generasi muda.
Pada Iduladha 1445 Hiriyah ini, Masjid Al Aqsha Menara Kudus menyembelih 14 ekor kerbau. Pada tahun lalu jumlah hewan kurban di masjid ini adalah 18 ekor kerbau dan 30 ekor sapi.