Mengunjungi Desa Sigandul, Kampung Terpencil yang Berada di Ujung Jurang
Rumah-rumah di Desa Sigandul berada di lereng bukit dengan kemiringan yang curam.
Rumah-rumah di Desa Sigandul berada di lereng bukit dengan kemiringan yang curam.
Mengunjungi Desa Sigandul, Kampung Terpencil yang Berada di Ujung Jurang
Dukuh Sigandul berada di Desa Mojotengah, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. Dukuh Sigandul merupakan sebuah kampung terpencil. Sudah begitu, letak kampung ini persis berada di tepi jurang yang amat dalam.
Rumah-rumah di Dukuh Sigandul berada di lereng-lereng bukit dengan tingkat kemiringan yang curam. Lereng-lereng tersebut langsung menghujam dan dasarnya berasa di kedalaman jurang.
Perkampungan itu terbagi lagi menjadi dua pemukiman penduduk. Di ujung pemukiman itu, ada sebuah bukit yang bentuknya seperti piramida.
Dalam kesempatan itu, pemilik kanal YouTube Tedhong Telu berkeliling kampung tersebut. Walaupun berada di lereng bukit yang curam, namun Kampung Sigandul terkenal dengan tanahnya yang subur.
Saat kanal YouTube Tedhong Telu mengunjungi kampung itu, salah seorang petani sedang mengadakan pesta panen kentang.
Bu Haji Syahrini, salah satu pengusaha tani di kampung itu, sedang mendata hasil tani yang akan dijual ke pasar. Sementara pekerjanya sibuk mengangkut hasil tani ke atas sebuah mobil bak terbuka.
Walaupun masuk wilayah Kabupaten Batang, namun kebanyakan anak-anak di Kampung Sigandul biasanya lebih memilih untuk bersekolah di sekolah yang masuk Kabupaten Banjarnegara.
Kondisi rumah-rumah di sana cukup bagus. Hanya saja lokasinya cukup ekstrem karena halaman belakangnya berbatasan langsung dengan jurang.
Salah seorang warga di sana, membenarkan bahwa kampungnya berada persis di tepi jurang. Namun ia dan warga lain mengaku sama sekali tidak takut.
“Nggak takut. Soalnya sudah terbiasa sejak dari dulu. Sudah seperti ini dari zaman nenek moyang,” kata warga tersebut, mengutip dari kanal YouTube Tedhong Telu.
Warga itu menyebutkan, di kampung tersebut ada sekitar 55 rumah. Pada awalnya, rumah-rumah di sana hanya terdiri dari 26 kepala keluarga. Namun seiring waktu, jumlah warga di sana makin banyak.
Berdasarkan isu yang berembus, semua warga di kampung itu akan direlokasi karena dianggap berada di tanah rawan longsor. Namun warga itu mengatakan kalau isu relokasi itu tidaklah benar.
“Paling longsornya kecil-kecil itu. Kalau tahu bahaya longsor orang sini paling sudah pada lari semua. Pokoknya nggak ada rasa takut. Lagi pula semua sudah ada yang ngatur,” kata warga tersebut.
Dengan didampingi dua anak-anak dari Kampung Sigandul, pemilik YouTube Tedhong Telu berjalan hingga ujung desa. Di ujung desa, terdapat lahan-lahan pertanian milik penduduk. lahan pertanian itu cukup subur. Bahkan tanaman bisa tumbuh walau saat kemarau sekalipun.
Walaupun sudah sampai paling ujung, namun jalan setapak yang melalui perkampungan itu terus berlanjut naik turun bukit yang curam. Ternyata jalan setapak itu mengarah ke makam untuk mengubur warga di kampung itu yang meninggal.