Mengenal Tari Kridhajati, Kesenian Khas Jepara Gambarkan Proses Pembuatan Karya Ukir Kayu
Pada awalnya, tarian itu dibuat dalam rangka untuk mengikuti lomba tari tingkat nasional di Jakarta.
Pada awalnya, tarian itu dibuat dalam rangka untuk mengikuti lomba tari tingkat nasional di Jakarta.
Mengenal Tari Kridhajati, Kesenian Khas Jepara Gambarkan Proses Pembuatan Karya Ukir Kayu
Tari Kridhajati merupakan tarian khas Jepara. Tarian ini bisa dimainkan dengan penari tunggal, berkelompok, maupun secara massal.
Tari Kridhajati diciptakan dan dikemas atas petunjuk Bupati Jepara Drs Hendro Martojo.
Pada awalnya, tarian ini dibuat oleh seniwati asal Jepara, Endang Murtining Rahayu pada tahun 2006. Tarian itu dibuat dalam rangka untuk mengikuti lomba tari tingkat nasional di Jakarta.
Tari Kridhajati mempunyai arti Kridha dalam bahasa Sanskerta yang berarti “karya” dan Jati adalah nama jenis kayu di Kabupaten Jepara dan terkenal dengan ukiran kayu jatinya. Dengan demikian tari Kridhajati adalah ”Karya yang terbuat dari kayu jati”.
Jika memperhatikan gerakannya, tarian ini menggambarkan proses kinerja kerajinan ukir mulai dari pencarian kayu di hutan, menggambar objek di kayu, menatah, hingga diplitur dengan warna-warni yang memukau. Setelah tahap tersebut, ukiran yang telah jadi kemudian dipasarkan.
Dilansir dari Uny.ac.id, gerakan yang dilakukan adalah menirukan gerak keseharian para perajin ukir. Tarian itu sering dipentaskan di Jepara sehingga mempunyai fungsi sebagai tari penyambutan atau hiburan.
Tarian ini juga sering dipertunjukkan pada acara-acara penting yang diadakan oleh pemerintah daerah dan dinas pariwisata, misalnya kunjungan Gubernur Jawa Tengah ke Jepara dalam acara pembukaan pameran kerajinan ukir di pendopo kabupaten pada 14 Agustus 2010.
Tari Kridhajati juga pernah dimainkan pada acara PLTU di Desa Kaliaman, Kecamatan Kembang, serta dipentaskan pula untuk penyambutan tamu dalam acara apresiasi seni di Karimunjawa.
Dikutip dari Uny.ac.id, penciptaan Tari Kridhajati dilakukan dengan melalui beberapa proses kreatif seperti eksplorasi, improvisasi, evaluasi, dan komposisi.
Tahap eksplorasi merupakan tahap di mana seorang koreografer menentukan jenis dan tipe tari yang akan diciptakannya, serta mode penyajian dan orientasi garapannya.
Sementara tahap improvisasi merupakan tahap di mana penari dapat menemukan gerakan sontan, atau tahap untu mencari, memilih, dan mengembangkan gerak tari sesuai objek yang akan diangkat menjadi sebuah karya tari.
Sementara dalam tahap evaluasi, koreografer melakukan seleksi terhadap gerak-gerak yang telah didapatkan dan dikembangkan pada tahap sebelumnya. Lalu tahap komposisi merupakan tahap akhir dalam membuat karya tari yaitu membuat susunan beberapa gerak tari dari beberapa ragam gerak tari yang diperoleh pada tahap pengembangan dan pemilihan gerak.
Secara umum, Tari Kridhajati merupakan tari putra gaya Surakarta. Meskipun menggunakan teknik gerak putra, tarian ini juga dapat ditarikan oleh para penari putri.