Melihat Pagelaran Jogja Museum Expo 2024, Angkat Nilai-Nilai Kearifan Lokal
Pameran itu juga menampilkan koleksi dari negeri Tiongkok
Pameran itu juga menampilkan koleksi dari negeri Tiongkok
Melihat Pagelaran Jogja Museum Expo 2024, Angkat Nilai-Nilai Kearifan Lokal
Di Yogyakarta, banyak museum yang bisa dikunjungi. Mulai dari Museum Batik, Museum Kereta Keraton Yogyakarta, Mueum Diponegoro, Museum Gunung Merapi, Museum Biologi, dan masih banyak lagi.
Demi menunjukkan begitu banyak museum-museum yang dimiliki Yogyakarta, Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar acara Jogja Museum Expo (JME) 2024.
Acara itu diselenggarakan di Museum Sonobudoyo Yogyakarta pada 23 Juli sampai 5 Agustus 2024.
Dikutip dari Jogjaprov.go.id, acara pameran itu mengangkat tema “Prajnyopada: Local Wisdom, Mosaic Of Us”. Secara garis besar pameran itu menampilkan berbagai koleksi museum di DIY yang menarasikan ragam kearifan lokal yang dijalin menjadi mosaik yang indah.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakhsmi Pratiwi, tema “Prajnyopada: Local Wisdom, Mosaic Of Us” dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan lokal yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, dan bernilai luhur. Prinsip-prinsip gagasan tersebut masih dipegang atau diyakini masyarakat Yogyakarta hingga hari ini.
Menurut Dian, museum juga menjadi sarana untuk mengajarkan nilai-nilai kehidupan dan kearifan lokal yang ada. Untuk itu ia berharap acara JME 2024 ini bisa menjadi ruang belajar untuk masyarakat dalam mengeksplorasi ragam kearifan lokal melalui simbol-simbol benda-benda yang dipamerkan.
“Dengan acara ini, kita ingin menghadirkan museum dengan bentuk yang berbeda. Melalui kreativitas dan inovasi yang kita hadirkan di dalamnya, harapannya bisa menarik minat generasi muda dan menjadikan museum sebagai tempat yang menarik dan menyenangkan,” kata Dian dikutip dari Jogjaprov.go.id.
Sebanyak 70 benda-benda koleksi museum yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal ditampilkan pada acara tersebut. Benda-benda itu diambil dari 42 museum yang ada di DIY. Selain itu juga ada koleksi dari Shanghai Art Collection Museum. Koleksi dari negeri TIongkok itu menggambarkan bagaimana anak-anak di sana menginterpretasikan dunia yang dilihatnya.
“ini menjadi bagian dari kolaborasi bersama untuk menguatkan kerja sama DIY-Shanghai melalui benda-benda koleksi museum atau karya-karya lukis dari anak-anak,” papar Dian
Sebelum pameran itu, koleksi-koleksi yang akan ditampilkan dikaji ulang terlebih dahulu agar menciptakan storyline yang utuh. Pengkajian itu dilakukan melalui riset dan diskusi panjang oleh tim curator dan asisten curator bersama narasumber dan pengelola museum.
Fokus riset itu adalah pada koleksi museum yang merekam banyak kearifan lokal sebagai keberagaman yang ada di sekitar masyarakat. Narasi yang telah disusun dibagi lagi ke dalam enam sub tema antara lain Benih Kearifan Lokal, Cipta Rasa Karsa, Mata Anak, Suguhan Unggah-Ungguh, Bertahan Hidup, dan Selaras Alam.
Masyarakat dapat mengunjungi pameran JME 2024 yang digelar di Gedung Saraswati, Museum Sonobudoyo mulai pukul 09.00-21.00. Selain menampilkan koleksi museum, terdapat juga berbagai rangkaian kegiatan yang turut digelar seperti seminar Internasional, Tur Daring Museum, Tur Istana Kepresidenan Yogyakarta, Mabar Minecraft, dan Wicara Kuratorial.