Melihat Bahan Bakar Kapal Ramah Lingkungan di Cilacap, Hanya Keluarkan Sedikit Emisi Gas Sulfur
Pada pekan lalu, bahan bakar kapal ini diekspor untuk pertama kalinya ke Singapura. Jumlah bahan bakar yang diekspor mencapai 200.000 barrel.
Pada pekan lalu, bahan bakar kapal ini diekspor untuk pertama kalinya ke Singapura. Jumlah bahan bakar yang diekspor mencapai 200.000 barel.
Melihat Bahan Bakar Kapal Ramah Lingkungan di Cilacap, Hanya Keluarkan Sedikit Emisi Gas Sulfur
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) sukses melakukan lifting perdana ekspor produk baru bahan kapal, Marine Fuel Oil (MFO) Low Sulphur.
Pada pekan lalu, bahan bakar kapal ini diekspor untuk pertama kalinya ke Singapura. Jumlah bahan bakar yang diekspor mencapai 200.000 barel.
Kapal pengirim bahan bakar itu diberangkatkan dari dermaga PT Kilang Pertamina Internasional. Bahan bakar itu memiliki kandungan sulfur yang rendah dan telah memenuhi regulasi dari Dirjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, serta standar internasional bahan bakar kapal sesuai konvensi internasional pencegahan polusi dari kapal.
Dengan kandungan sulfur dibatasi maksimum sebesar 0,5 persen, bahan bakar kapal itu bisa digunakan pada mesin diesel kapal dengan putaran rendah dan mengurangi emisi gas buang dari pembakaran mesin kapal.
“Disebut ramah lingkungan karena ini kita lihat dari faktor emisinya. Maka emisi SOX-nya akan lebih rendah,” kata GM Kilang Pertamina Cilacap, Edy Januari Utama, dikutip dari kanal YouTube Liputan6 pada Selasa (4/6).
Saat ini kilang Pertamina internasional Cilacap sanggup memproduksi bahan bakar kapal ramah lingkungan dengan 200-400 ribu barel per bulan. Dengan kapasitas yang besar, bahan bakar ramah lingkungan itu siap memenuhi pasar domestik hingga ekspor.
Bentuk Sebuah Komitmen
Terkait peluncuran bahan bakar ini, Manager Refinery Business and Optimization (RBO) Kilang Cilacap, Endah Purbarani, mengatakan bahwa keberhasilan tersebut merupakan bukti komitmen perusahaan dalam mengurangi polusi udara terutama dari bahan bakar kapal.
Keberhasilan inovasi ini juga berdampak positif bagi kilang minyak Cilacap karena mampu meningkatkan konversi produk valuable serta mendukung pencapaian target yield product valuable PT KPI. Sementara Edy menambahkan penggunaan bahan bakar ini dapat menggantikan penggunaan MFO High Sulphur.
“Inovasi ini juga sebagai peran aktif Indonesia dalam Dewan International Maritime Organization (IMO) yang berperan aktif dalam perlindungan lingkungan maritim,” ungkap Edy dikutip dari Cilacap.go.id.
Sementara itu, Pjs. VP RPO PT KPI Hendri Agustian menyebut kehadiran MFO Low Sulphur mampu meningkatkan value perusahaan dengan harga jual yang lebih baik. Baginya, ini menjadi sebuah kesuksesan sebagai langkah awal dalam mewujudkan tujuan Net Zero Emmision pada tahun 2060.
Ia mengatakan, target pencapaian Net Zero Emmision 2060 dilakukan melalui dua pilar. Pilar pertama melalui eksisting bisnis dengan improvisasi produksi seperti MFO Low Sulphur, dan pilar kedua melalui New Green Business.