Kisah Nyi Supadmi, Maestro Sinden Indonesia dari Kota Solo
Sewaktu muda ia hidup dalam keadaan susah. Baginya, mengenyam pendidikan adalah salah satu hal yang sangat mustahil.
Sewaktu muda ia hidup dalam keadaan susah. Baginya, mengenyam pendidikan adalah salah satu hal yang sangat mustahil.
Kisah Nyi Supadmi, Maestro Sinden Indonesia dari Kota Solo
Supadminingtyas atau lebih tenar dengan nama Nyi Supadmi adalah seorang pesinden asal Surakarta, Jawa Tengah. Ia dikenal sebagai salah satu pesinden wayang yang mampu bertahan dari modernisasi budaya. Ia pun telah dianggap sebagai salah satu maestro kebudayaan dan kesenian Jawa.
Sebagai seorang pesinden, hidup Nyi Supadmi penuh tantangan. Mengutip Kebudayaanindonesia.net, sewaktu muda ia hidup dalam keadaan susah.
Baginya, mengenyam pendidikan adalah salah satu hal yang sangat mustahil. Pada sekitar tahun 1960-an, ia mengikuti bibinya menjadi pembantu rumah tangga sambil berjualan kue.
Awal mula perkenalannya dengan dunia sinden bermula saat tahun 1967. Saat itu dibuka pelatihan karawitan di dekat rumahnya.
Namun saat itu Nyi Supadmi tidak punya uang untuk mendaftar dan keberanian untuk mengikutinya.
Pada akhirnya ia hanya duduk di sisi rumah tempat latihan sambil mendengar latihan itu secara sembunyi-sembunyi.
Suatu ketika, para peserta yang berada di dalam disuruh untuk menembang satu per satu. Namun karena Supadmi kecil punya suara lantang, maka suaranya lah yang paling terdengar.
Hal itu membuat pemilik sanggar menganjurkan agar Supadmi berguru pada Bapak Sutarman karena menurut pemilik sanggar Supadmi sangat berbakat.
Sambil bekerja, Supadmi berguru pada Bapak Sutarman. Setelah mendapat ilmu yang banyak, ia kemudian bekerja sebagai pesinden di Radio RRI Surakarta.
Pada suatu kesempatan ia ditawari untuk mengikuti kontes sinden antar radio RRI. Tak disangka Supadmi memenangkan lomba tersebut. Sejak saat itu namanya menjadi terkenal di seantero Surakarta.
Ia melanjutkan karier sebagai pesinden rombongan Ki Narto Sabdo. Di sana ia belajar lebih dalam lagi mengenai dunia pesinden. Kesempatan besar menghampirinya, ia ditawari menjadi dosen tamu untuk mengajarkan sinden di Amerika. Ia pun tak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Sepulang dari Amerika namanya menjadi semakin tenar. Beberapa kali ia masuk menjadi headline surat kabar, baik di Jawa Tengah maupun Surakarta.
Beberapa kali ia mengikuti misi kesenian di luar negeri seperti Belgia, Italia, dan Prancis. Ia pun menjadi pengajar di Institut Seni Indonesia Surakarta.
Tak hanya aktif sebagai pengajar, Nyi Supadmi juga aktif menulis tembang dan menghasilkan berbagai rekaman. Total sekitar 160 lebih kaset rekaman yang ia hasilkan. Ia juga mengubah beberapa tembang dan menulis beberapa buku mengenai tembang dan sinden.
Hal yang paling menakjubkan adalah saat dia menjadi pengajar warga negara asing yang ingin belajar menjadi pesinden. Salah satunya adalah Hiromi Kano, warga negara Jepang yang saat ini menjadi pesinden sukses di Indonesia maupun mancanegara.