Heboh Camat di Semarang Diduga Dimutasi Gegara Konten Nasi Goreng, Ini Tanggapan Wali Kota
Menurut Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, mutasi adalah hal biasa dalam organisasi pemerintahan
Menurut Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, mutasi adalah hal biasa dalam organisasi pemerintahan
Heboh Camat di Semarang Diduga Dimutasi Gegara Konten Nasi Goreng, Ini Tanggapan Wali Kota
Camat Gajah Mungkur, Kota Semarang, Ade Bhakti, baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di tengah warga Semarang karena dimutasi dari jabatannya.
Ia diduga dimutasi karena menyindir program nasi goreng yang dicanangkan oleh Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu melalui sebuah konten di Instagram.
Dalam konten itu, diketahui Ade yang berkumpul bersama teman-temannya di kantor makan nasi goreng bersama.
“Sego goreng meneh, sego goreng meneh. Mbendino nasi goreng,” kata Ade dalam konten itu.
Dalam konten itu ia juga mempertanyakan kenapa penjual nasi goreng sepi akhir-akhir ini.
Entah kebetulan atau tidak, beberapa hari sebelumnya Hevearita mengadakan lomba memasak nasi goreng untuk ibu-ibu. Banyak warganet yang menganggap bahwa Ade menyindir program yang dilakukan wanita yang akrab disapa Mbak Ita tersebut.
Program Nasi Goreng Mbak Ita
Sebelumnya pada 26 Juli 2023, Mbak Ita mengadakan acara lomba nasi goreng. Acara itu diikuti sejumlah peserta yang kebanyakan adalah ibu-ibu.
“Buat ibu-ibu semuanya I love you full. Jaga semangat, gotong-royong, dan seduluran nggih,” tulis Wali Kota Ita dalam akun Instagramnya.
Belum lama ini lomba memasak nasi goreng kembali diadakan oleh Hevearita.
Pesertanya adalah kelompok ibu-ibu se-Kota Semarang. Lomba tersebut berlangsung meriah.
“Nggak ada nasi, nggak akan jadi nasi gorengnya. Udah pada sarapan belum? Kalau belum jangan lupa ya sarapan nasi goreng,” tulis Ita.
Tanggapan Wali Kota Semarang
Saat dikonfirmasi, Hevearita membantah kalau mutasi Ade Bhakti disebabkan oleh konten yang berisi sindiran terkait lomba nasi goreng. Menurut Ita, mutasi adalah hal biasa dalam organisasi pemerintahan.
Selain Ade, ada 348 pejabat lain yang dimutasi. Terkait mutasi tersebut, Ita mengaku sudah mempertimbangkan matang-matang berdasarkan keahlian masing-masing pejabat.
“Jadi pelantikan ini membutuhkan waktu berbulan-bulan, bagaimana menempatkan teman-teman di tempat yang sesuai. Right man on the right place. Tidak ada like dan dislike. Saya berusaha menempatkan teman-teman sesuai bidangnya.”
kata Wali Kota Ita dikutip dari Merdeka.com pada Rabu (3/8).