Sarapan Prasmanan? Hindari 3 Hidangan Telur yang Bisa Bikin Perut Bermasalah
Sarapan prasmanan sering sajikan olahan telur yang rentan Salmonella jika suhu tak terjaga, bisa sebabkan gangguan pencernaan sepanjang hari.
Sarapan prasmanan di hotel kerap menjadi momen yang ditunggu-tunggu, terutama saat bepergian atau staycation. Meja panjang penuh dengan beragam pilihan mulai dari buah segar, roti, sereal, hingga sajian hangat seperti sosis, nasi goreng, dan tentu saja, olahan telur. Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua menu yang tampak menggoda itu aman untuk dikonsumsi?
Menurut pakar keamanan pangan Campbell Mitchell, ada sejumlah menu sarapan buffet yang patut diwaspadai—khususnya yang berbahan dasar telur. Mitchell yang juga pendiri QuEST 4 Food mengungkapkan bahwa beberapa olahan telur rentan menjadi tempat berkembangnya bakteri berbahaya seperti Salmonella, jika tidak ditangani dengan prosedur yang tepat. Alih-alih memberi energi di pagi hari, makanan ini justru bisa membuat perut bermasalah sepanjang hari.
Dalam wawancara bersama Food Republic, Mitchell menjelaskan bahwa masalah utama pada hidangan telur di buffet adalah pengendalian suhu. Telur yang telah dimasak harus mencapai suhu internal 165°F (73.9°C) dan tetap disajikan minimal di suhu 140°F (60°C). Jika suhu tersebut tidak terjaga, risiko infeksi makanan meningkat secara signifikan. Lalu, apa saja tiga hidangan telur yang sebaiknya Anda hindari saat menikmati sarapan prasmanan?
Tiga Hidangan Telur yang Berisiko di Sarapan Buffet
Meskipun telur merupakan sumber protein yang baik, tidak semua bentuk olahannya aman dikonsumsi dalam setting prasmanan. Beberapa hidangan memerlukan perhatian ekstra karena proses memasak atau penyimpanannya yang tidak ideal. Berikut adalah tiga jenis olahan telur yang disarankan untuk dihindari di meja prasmanan hotel:
1. Saus Hollandaise
Saus yang biasanya disajikan bersama Eggs Benedict ini memang terlihat mewah dan menggugah selera. Namun, perlu diketahui bahwa saus hollandaise klasik terbuat dari kuning telur mentah atau setengah matang yang diemulsi dengan mentega cair. Jika tidak disimpan pada suhu yang tepat, saus ini dapat menjadi media tumbuhnya bakteri Salmonella.
Campbell Mitchell mengingatkan, “Saus seperti hollandaise memiliki risiko tinggi jika tidak dipertahankan pada suhu aman. Suhu rendah akan memungkinkan pertumbuhan mikroorganisme patogen.” Oleh karena itu, jika Anda tidak yakin akan pengendalian suhu yang dilakukan oleh pihak penyaji, lebih baik lewatkan menu ini.
2. Telur Orak-arik (Scrambled Eggs)
Menu ini mungkin terlihat aman dan menjadi pilihan banyak orang, terutama karena kemudahannya untuk dikonsumsi dan rasa gurihnya yang familiar. Namun, scrambled eggs di buffet sering kali dimasak dalam jumlah besar dan dibiarkan hangat dalam waktu lama. Hal ini bisa membuat suhu penyajian turun secara perlahan tanpa disadari.
Ketika suhu penyajian turun di bawah 60°C, risiko kontaminasi bakteri pun meningkat drastis. Apalagi jika telur orak-arik tersebut tampak agak cair atau lembek, bisa jadi itu merupakan tanda bahwa telur tidak benar-benar matang sempurna. Hindari mengonsumsinya jika tampak tidak segar atau disajikan dalam wadah yang sudah hampir kosong.
3. Quiche dan Frittata
Kedua makanan ini sekilas tampak seperti hidangan istimewa, apalagi bila disajikan dalam potongan kecil dengan tambahan keju, sayur, atau daging. Namun, quiche dan frittata sering kali mengandung campuran telur, susu, dan bahan isian yang menambah kompleksitas risiko bakteri. Bila tidak disajikan pada suhu yang tepat, bagian tengah dari hidangan ini bisa menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.
“Jika bagian dalam quiche tidak cukup panas atau makanan tidak dipanaskan ulang dengan benar, maka potensi bahayanya tinggi,” ujar Mitchell. Oleh karena itu, lebih baik memilih telur rebus matang sebagai alternatif jika Anda ingin tetap mendapat asupan protein dari telur tanpa risiko tinggi.
Waspadai Risiko Lain di Meja Prasmanan
Selain dari segi jenis makanan, terdapat faktor lain yang kerap terabaikan dalam penyajian prasmanan, yaitu pengendalian suhu dan praktik penanganan makanan yang tidak higienis. Menurut Campbell Mitchell, banyak kasus keracunan makanan bermula dari kontrol suhu yang buruk, baik untuk makanan panas maupun dingin.
Contohnya, makanan seperti udang koktail atau buah segar seharusnya selalu disajikan dalam suhu dingin, idealnya di atas tumpukan es. Jika dibiarkan pada suhu ruangan terlalu lama, maka makanan laut mentah atau buah potong segar dapat menjadi tempat tumbuhnya bakteri dan virus penyebab infeksi pencernaan. Sama halnya dengan makanan panas yang harus tetap berada di atas pemanas atau penyangga suhu.
Hal penting lainnya adalah kebiasaan menambahkan makanan baru di atas sisa makanan lama di wadah prasmanan. Praktik ini bisa menyebabkan kontaminasi silang, terutama jika sendok saji telah digunakan berkali-kali oleh pengunjung yang berbeda. Idealnya, piring saji harus diganti sepenuhnya saat makanan hampir habis, bukan hanya diisi ulang dari atas.
Kebersihan peralatan saji dan frekuensi penggantian makanan juga berperan besar dalam mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Maka dari itu, sangat penting bagi penyedia buffet untuk menerapkan standar higienitas dan kontrol suhu secara konsisten demi keselamatan konsumen.
Kapan Waktu Terbaik Menyantap Buffet Sarapan?
Mungkin Anda belum menyadari bahwa waktu juga memegang peranan penting dalam menentukan kualitas makanan di meja prasmanan. Campbell Mitchell menyarankan untuk mengambil makanan saat jam sibuk atau tepat setelah buffet dibuka. Pada waktu ini, makanan biasanya baru selesai dimasak, masih berada pada suhu yang ideal, dan belum terlalu lama terpapar udara luar.
Sebaliknya, hindari menyantap buffet menjelang waktu penutupan. Saat itu, makanan kemungkinan sudah lama berada di luar pendingin atau pemanas, sehingga suhunya turun dan kualitasnya menurun. Selain itu, makanan juga cenderung telah banyak disentuh oleh banyak orang, baik langsung maupun melalui alat saji yang digunakan secara bergantian.
Waktu terbaik untuk sarapan buffet biasanya adalah antara pukul 07.00 hingga 08.30, saat dapur baru saja menyajikan masakan dalam kondisi segar. Mengambil makanan lebih awal juga memberi Anda lebih banyak pilihan, sebelum menu-menu favorit ludes diserbu tamu lain.
Pilih Cerdas, Sarapan Aman
Sarapan di buffet hotel memang menyenangkan, tetapi penting bagi kita untuk tetap waspada terhadap keamanan makanan, terutama yang berbahan dasar telur. Hindari tiga jenis hidangan berisiko tinggi—saus hollandaise, scrambled eggs, dan quiche—yang rentan terhadap kontaminasi jika tidak disimpan pada suhu yang tepat.
Selain itu, perhatikan kondisi penyajian makanan secara umum, seperti suhu, kebersihan, dan waktu penyajian. Datanglah saat buffet baru dibuka dan hindari mengambil makanan yang tampak sudah lama terpapar udara atau terlihat kurang segar.
Dengan memilih makanan secara bijak, Anda tetap bisa menikmati sarapan prasmanan yang lezat tanpa risiko gangguan pencernaan. Ingat, kenikmatan sesaat tak sebanding dengan ketidaknyamanan seharian. Selamat menikmati sarapan Anda dengan aman dan sehat!