Apa yang Terjadi Pada Wajah Jika Tak Pernah Eksfoliasi? Apa Efeknya Jika Keseringan?
Dampak kulit yang jarang dieksfoliasi antara lain kusam, jerawat, komedo, dan kandungan skincare tak terserap.
Apa yang Terjadi Pada Wajah Jika Tak Pernah Eksfoliasi? Apa Efeknya Jika Keseringan?
Dilansir Healthline (17/4/2023), eksfoliasi adalah proses menghilangkan sel-sel kulit mati dari permukaan kulit dengan menggunakan bahan kimia, scrub, atau eksfoliator.Kulit mengelupas sel-sel mati dari permukaannya secara alami setiap 30 hari atau lebih.
Masalahnya, sel-sel mati tidak selalu terkelupas dengan sempurna. Karena itulah, kadang Anda perlu membantu menyempurnakan prosesnya dengan eksfoliasi.
Apa yang terjadi pada kulit wajah jika tidak dieksfoliasi secara teratur?
1. Kulit Kering dan Mengelupas
Kadang, sel-sel mati tidak bisa terkelupas sepenuhnya.
Tanpa bantuan eksfoliasi, sel-sel mati ini dapat menyebabkan bercak-bercak kulit kering dan bersisik.
2. Beruntusan, Komedo, dan Jerawat
Tanpa eksfoliasi secara teratur, pori-pori kulit dapat tersumbat.
Pori-pori yang tersumbat dapat menyebabkan jerawat, beruntusan, komedo hitam, dan komedo putih.
3. Produksi Kolagen Melambat
Kolagen adalah kunci dari kulit yang glowing dan sehat.
Protein ini juga dapat menjaga elastisitas kulit.
Eksfoliasi rutin dapat meningkatkan produksi kolagen.
Tanpa eksfoliasi, kemampuan kulit dalam memproduksi kolagen mungkin melambat.
4. Kulit Kusam
Menurut American Academy of Dermatology, eksfoliasi dapat membuat kulit terlihat lebih cerah, lembut, dan sehat.
Seperti dilansir Refined MD (22/11/2023), laju pergantian sel kulit dapat melambat karena proses penuaan, kerusakan sinar matahari, dan perubahan tingkat hormon.
5. Kandungan Skincare Tidak Terserap Sempurna
Eksfoliasi teratur dapat meningkatkan efektivitas produk perawatan kulit topikal.
Jika tidak melakukan eksfoliasi secara teratur, serum atau pelembab mahal bakal percuma.
Lapisan sel-sel kulit mati yang menumpuk membuat kandungan skincare sulit terserap oleh kulit.
6. Rambut Tumbuh ke Dalam
Pori-pori yang tersumbat menyimpan sel-sel kulit mati, kotoran, dan minyak.
Penyumbatan tersebut dapat menyebabkan rambut tumbuh ke dalam (in-grown hair).
Risiko munculnya ingrown hair bahkan lebih tinggi bagi mereka yang kulitnya berminyak.
7. Bikin Makeup Terlihat Tak Mulus
Tekstur kulit adalah hal yang wajar dan tidak ada makeup yang dapat menyamarkannya sesempurna aplikasi filter.
Namun, perlu diingat, keriput dan pori-pori lebih terlihat pada kulit yang jarang atau tak pernah dieksfoliasi.
Ini akan membuat makeup terlihat lebih tidak natural.
Bahaya Eksfoliasi Terlalu Sering
Eksfoliasi wajah penting untuk kesehatan kulit.
Walaupun begitu, prosedur ini sebaiknya juga tidak dilakukan secara berlebihan.
Sel kulit bisa mengalami kerusakan jika dikelupas sebelum waktu regenerasi.
Akibatnya, tanda-tanda penuaan muncul lebih cepat.
Karena itulah, Anda tidak disarankan melakukan eksfoliasi setiap hari.
"Eksfoliasi setiap hari bisa menyapu miyak alami dari kulit, sehingga menyebabkan jerawat. Juga bisa menyebabkan iritasi karena Anda mengelupas laisan teratas kulit sebelum pulih."
pakar facial selebriti,Joanna Vargas kepada Glamour.
"Jika kita melakukan eksfoliasi terlalu sering, proses perputaran sel justru bisa terhambat. Eksfoliasi berlebihan juga bisa menyebabkan iritasi dan inflamasi kronis, dan pada akhirnya dapat mempercepat penuaan."
pakar dermatologi Washington, D.C., Elizabeth Tanzi, M.D. kepada Glamour.
Seberapa Sering Anda Bisa Melakukan Eksfoliasi?
Eksfoliasi terbaik adalah yang dilakukan secara teratur, tapi tidak berlebihan.
Berikut ini pedoman yang bisa Anda ikuti sebelum melakukan eksfoliasi.
1. Kulit normal dan kombinasi: 2--3 kali seminggu
2. Kulit kering: 1--2 kali seminggu
3. Kulit berminyak: 2--3 kali seminggu
4. Kulit sensitif: 1 minggu sekali
5. Kulit matang (>40 tahun): 2 kali seminggu