Wapres Iran Mengundurkan Diri Untuk Kedua Kali, Ini Alasannya
Pengunduran diri Mohammad Javad Zarif memicu spekulasi tentang kondisi politik dalam negeri.
Wakil Presiden (Wapres) Iran, Mohammad Javad Zarif secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada 3 Maret 2025, menurut laporan media pemerintah. Pengunduran diri ini menjadi sorotan, mengingat Zarif sebelumnya juga pernah mengambil langkah serupa pada Agustus 2024, namun kembali menjabat beberapa pekan kemudian.
Pengunduran diri ini terjadi beberapa hari setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei menyuarakan penentangannya terhadap pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS).
"Presiden Masoud Pezeshkian telah menerima surat pengunduran diri Javad Zarif, tetapi belum memberikan tanggapan," menurut laporan kantor berita pemerintah Iran, IRNA.
Mengutip dua sumber yang tidak disebutkan namanya, Fars News melaporkan pengunduran diri ini terjadi setelah parlemen memberhentikan menteri keuangan melalui mosi tidak percaya. Namun, menurut kantor berita ISNA, hal tersebut tidak terkait dengan pemakzulan menteri keuangan dan diajukan sebelum mosi tidak percaya dilakukan.
"Dalam suratnya kepada presiden, Zarif menyatakan bahwa dia lebih memilih untuk melayani Iran dengan mengajar di universitas," menurut laporan ISNA.
Banyak pengamat meyakini Zarif bergabung dengan pemerintahan Pezeshkian untuk membantu merundingkan kesepakatan nuklir lainnya dengan kekuatan dunia, mirip dengan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), yang dibatalkan oleh Donald Trump selama masa jabatan pertamanya
.Ali Khamenei yang merupakan pengambil keputusan tertinggi di negara itu, menolak gagasan pembicaraan dengan Trump bulan lalu. Dia menyebut langkah ini "tidak bijaksana, tidak cerdas, dan tidak terhormat."