Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengambil langkah tegas dengan memecat Wakil Presiden Bidang Urusan Parlementer, Shahram Dabiri, pada Sabtu, 5 April 2025. Pemecatan ini terjadi setelah terungkapnya perjalanan mewah Dabiri ke Antartika selama liburan Nowruz. Meskipun perjalanan tersebut dibiayai dengan dana pribadi, Pezeshkian menilai tindakan itu tidak dapat dibenarkan dalam konteks kondisi ekonomi Iran yang tengah mengalami hiperinflasi dan krisis yang menekan rakyat.
Keputusan ini mencerminkan ketidakpuasan pemerintah terhadap perilaku pejabat negara yang dianggap bertentangan dengan gaya hidup sederhana yang seharusnya diterapkan. Foto-foto perjalanan Dabiri dan istrinya di dekat kapal pesiar mewah Plancius beredar luas di media sosial, memicu kritik tajam dari publik dan mendorong presiden untuk bertindak. Perjalanan delapan hari dengan kapal pesiar tersebut diperkirakan menelan biaya sekitar Rp 69 juta per orang.
Pemecatan Dabiri ini terjadi tidak lama setelah pemecatan Menteri Keuangan Abdolnaser Hemmati pada awal Maret 2025, yang juga terkait dengan masalah ekonomi yang dihadapi Iran. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah Iran berusaha untuk memperbaiki citra dan memberikan sinyal kepada masyarakat bahwa mereka serius dalam menangani krisis ekonomi yang sedang berlangsung.
Advertisement
Penyebab Pemecatan
Dalam keputusan pemecatan tersebut, Presiden Pezeshkian menyatakan bahwa setelah meninjau laporan terkait perjalanan mewah Dabiri, dia merasa perlu untuk memberhentikan pejabat tersebut dari jabatannya. Pezeshkian menegaskan, "Persahabatan lama kita dan jasa-jasa Anda yang tidak ternilai sebagai wakil presiden urusan parlemen tidak menghalangi kita untuk mengutamakan kejujuran, keadilan, dan janji-janji yang kita buat kepada rakyat." Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menegakkan prinsip keadilan di tengah krisis.
Perjalanan mewah tersebut, meskipun dibiayai secara pribadi, tetap dianggap tidak pantas mengingat situasi sulit yang dihadapi oleh banyak warga Iran. Hiperinflasi dan penurunan nilai mata uang telah menyebabkan banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam konteks ini, tindakan Dabiri dianggap sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap penderitaan rakyat.
Advertisement
Krisis Ekonomi Iran
Krisis ekonomi yang melanda Iran telah berlangsung selama beberapa waktu, dengan inflasi yang terus meningkat dan mata uang yang melemah. Pada awal Maret 2025, parlemen Iran memecat Menteri Keuangan Abdolnaser Hemmati karena dianggap gagal mengatasi masalah ini. Hemmati, yang sebelumnya menjabat sebagai gubernur bank sentral, kehilangan dukungan mayoritas dalam pemungutan suara, di mana 182 dari 273 anggota parlemen yang hadir setuju untuk mengakhiri jabatannya.
Pezeshkian sebelumnya membela Hemmati dengan menyatakan bahwa Iran sedang menghadapi perang ekonomi dengan musuh dan bahwa masalah yang dihadapi negara bukanlah kesalahan satu orang saja. Namun, pemecatan Hemmati dan Dabiri menunjukkan bahwa pemerintah tidak ragu untuk mengambil tindakan tegas terhadap pejabat yang dianggap tidak sesuai dengan harapan rakyat.
Advertisement
Reaksi Publik dan Media
Reaksi publik terhadap pemecatan Dabiri dan Hemmati sangat beragam. Banyak warga Iran menyambut baik tindakan tegas pemerintah, menganggapnya sebagai langkah yang tepat untuk menunjukkan bahwa pejabat negara harus bertanggung jawab atas tindakan mereka. Media sosial dipenuhi dengan komentar dan kritik terhadap perjalanan mewah Dabiri, yang dianggap sebagai simbol ketidakadilan di tengah kesulitan ekonomi.
Foto-foto perjalanan Dabiri menjadi viral, memicu protes dari berbagai kalangan yang merasa bahwa pejabat negara seharusnya lebih peka terhadap kondisi masyarakat. Masyarakat berharap bahwa pemecatan ini akan menjadi sinyal bagi pejabat lainnya untuk lebih berhati-hati dalam bertindak dan lebih mendengarkan keluhan serta kebutuhan rakyat.