Turki Diguncang Kasus Kartun Nabi di Majalah Satir, Erdogan Geram Sebut 'Provokasi Keji'
Kartun itu terbit pekan lalu di majalah satir LeMan.
Polisi di Turki menahan empat orang terkait kartun yang diterbitkan oleh majalah satir LeMan. Menurut para kritikus kartun itu tampak menggambarkan Nabi Muhammad dan Nabi Musa berjabat tangan di langit sementara rudal-rudal jatuh di bawah dalam suasana seperti perang. Klaim itu dibantah oleh majalah tersebut.
Kartun yang diterbitkan pekan lalu memicu reaksi keras dari pejabat pemerintah dan kelompok agama di Turki. Kemarin kantor kejaksaan utama Istanbul mengumumkan penyelidikan resmi dengan tuduhan “secara terbuka menghina nilai-nilai agama”.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam majalah tersebut, menyebutnya sebagai “provokasi keji”.“
"Ini adalah provokasi terang-terangan yang disamarkan sebagai humor, provokasi keji,” kata Erdogan, seperti dilansir Aljazeera, Selasa (1/7).
Dia juga kartun itu sebagai “kejahatan kebencian”.
Dua orang di luar negeri belum ditangkap
Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya mengunggah video di X yang menunjukkan penahanan kartunis Dogan Pehlevan pada hari Senin.
“Saya sangat mengutuk karikatur tak tahu malu terhadap Nabi kami,” kata Yerlikaya. “Ini bukan kebebasan pers. Ini bukan kebebasan berekspresi. Tindakan provokatif ini, yang menghina nilai-nilai suci kami dan sangat melukai hati nurani umat Islam, tidak akan dibiarkan tanpa hukuman.”
Ia menambahkan total enam perintah penahanan telah dikeluarkan. Dua orang yang berada di luar negeri belum ditangkap.
Yerlikaya juga mengatakan desainer grafis majalah dan dua staf senior lainnya ditahan, bersama dengan kartunis tersebut.
Menteri Kehakiman Yilmaz Tunc mengatakan penyelidikan berlangsung berdasarkan Pasal 216 KUHP Turki, yang mengkriminalisasi “penghasutan untuk kebencian dan permusuhan”.
Dalam pernyataan yang diunggah di X, LeMan meminta maaf kepada pembaca yang tersinggung tetapi bersikeras kartun tersebut telah disalahartikan.
Majalah tersebut mengatakan bahwa Pehlevan bertujuan untuk menyoroti “penderitaan seorang pria muslim yang tewas dalam serangan Israel” dan menyangkal adanya upaya untuk mengejek Islam.
“Nama Muhammad adalah salah satu nama yang paling umum di dunia muslim untuk menghormati Nabi.
Kartun tersebut tidak menggambarkan beliau, juga tidak dimaksudkan untuk tidak menghormati keyakinan agama,” kata majalah tersebut, menuduh para kritikus sengaja mendistorsi pesannya.
LeMan mendesak pihak berwenang untuk menyelidiki apa yang disebutnya sebagai kampanye fitnah yang ditargetkan dan meminta perlindungan yang lebih kuat untuk kebebasan pers.
Malam itu juga video-video muncul secara daring yang menunjukkan massa pengunjuk rasa berbaris menuju kantor LeMan di Istanbul, menendang pintu gedung, dan meneriakkan slogan.
Kasus ini telah memicu kembali perdebatan di Turki tentang batas-batas kebebasan berekspresi dan sensitivitas agama.