Tegas! Menlu Iran Sentil Donald Trump: Jika Ingin Kesepakatan, Jangan Tak Sopan pada Ayatollah
Araghchi meminta Trump bersikap lebih hormat kepada Ayatollah Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan peringatan tegas kepada Presiden AS Donald Trump. Apalagi di tengah kesepakatan yang terjalin soal gencatan senjata dengan Israel.
Araghchi meminta Trump bersikap lebih hormat kepada Ayatollah Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran.
'"Jika Presiden Trump benar-benar menginginkan kesepakatan, ia harus mengesampingkan nada tidak sopan dan tidak dapat diterima terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, dan berhenti menyakiti jutaan pengikutnya yang tulus," tulis Aragchi dalam laman X dan dikutip dari Anadolu Agency pada Minggu (29/6).
Hal itu dia sampaikan setelah Trump mengatakan segera menghentikan kebijakan dalam rangka meringankan sanksi terhadap Iran, setelah Khamenei menyatakan bahwa negaranya telah meraih kemenangan melawan AS. Trump mengekspresikan kebingungannya dengan mengatakan,
"Mengapa yang disebut 'Pemimpin Tertinggi', Ayatollah Ali Khamenei, dari Negara Iran yang dilanda perang, mengatakan dengan begitu terang-terangan dan bodoh bahwa ia memenangkan Perang dengan Israel, ketika ia tahu pernyataannya adalah kebohongan, itu tidak benar. Sebagai orang yang beriman besar, ia tidak seharusnya berbohong," tulisnya di Truth Social.
"(Iran) selalu begitu marah, bermusuhan, dan tidak senang."
Iran Tak Biarkan Pihak Lain Menentukan Nasibnya
Menlu Araghchi menegaskan negaranya sangat menghargai kemerdekaan yang mereka capai dan tidak akan membukan dan tidak akan membiarkan siapapun yang menentukan nasibnya.
"Rakyat Iran yang Hebat dan Berkuasa, yang menunjukkan kepada dunia bahwa rezim Israel TIDAK PUNYA PILIHAN selain BERLARI untuk menghindari dihancurkan oleh Rudal kita, tidak menerima Ancaman dan Hinaan dengan baik."
Dia menambahkan, jika pun ada pihak-pihak yang setuju dengan kemenangan Iran dalam peperangan 12 hari melawan Israel, maka mereka tidak akan ragu menunjukkan kehebatan yang sebenarnya.
"Niat baik menghasilkan niat baik, dan rasa hormat menghasilkan rasa hormat."
Seperti diketahui, pada 22 Juni, AS menjatuhkan enam bom penghancur bunker di fasilitas nuklir Fordo dan meluncurkan puluhan serangan rudal jelajah dari kapal selam di dua lokasi lain, yaitu Natanz dan Isfahan, sebagai bagian dari upayanya melawan program nuklir Iran.