Qatar: Israel Tidak Mau Gencatan Senjata, Hamas Sudah Setuju
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan Israel belum juga menangapi proposal gencatan senjata yang sudah disetujui Hamas.
Israel tampak "tidak bersedia mencapai kesepakatan" karena belum memberikan tanggapan terhadap proposal gencatan senjata yang telah disetujui Hamas awal bulan ini. Demikian dilaporkan Aljazeera mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar.
Sementara Qatar berjanji akan terus berupaya mengakhiri perang Israel di Gaza — yang telah menewaskan lebih dari 62.000 warga Palestina.
Juru bicara kementerian, Majed al-Ansari, menyerukan kepada komunitas internasional untuk menekan Israel agar menerima proposal gencatan senjata terbaru, kata Aljazeera.
"Kami sedang berkomunikasi dengan semua pihak dalam rangka mencapai kesepakatan gencatan senjata, tetapi belum ada tanggapan resmi dari Israel — tidak ada penerimaan, penolakan, ataupun penyampaian proposal alternatif," kata al-Ansari kemarin, seperti dilansir NDTV, Rabu (27/8).
"Kami tidak menanggapi dengan serius pernyataan media di Israel dan sedang menunggu tanggapan resmi terhadap proposal tersebut," tambahnya, seraya mencatat bahwa Qatar "terus berkomunikasi dengan semua pihak demi tercapainya perjanjian gencatan senjata."
Pernyataan ini muncul seminggu setelah Hamas mengatakan kepada mediator Mesir dan Qatar bahwa mereka telah menyetujui proposal tersebut dan siap melanjutkan negosiasi untuk mengakhiri perang Israel di Gaza, yang kini berisiko menimbulkan pengungsian massal lebih lanjut akibat kelaparan yang dibuat Israel.
Seorang sumber yang mengetahui pembicaraan gencatan senjata mengatakan kepada Aljazeera bahwa proposal tersebut mencakup penghentian operasi militer Israel selama 60 hari, di mana pasukan Israel akan mundur untuk memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan. Dalam periode itu, setengah dari 50 sandera yang tersisa juga akan ditukar dengan tahanan Palestina.
“Bagi Mesir atau Qatar, tidak masalah di mana negosiasi digelar,” kata al-Ansari, menanggapi laporan media Israel yang menyarankan agar lokasi negosiasi dipindahkan ke negara lain.
“Apa yang disetujui Hamas sama persis dengan apa yang sudah disetujui Israel. Sekarang bola ada di tangan Israel, dan tampaknya Israel tidak ingin mencapai kesepakatan atau bahkan menanggapi proposal tersebut,” tambahnya.
Proposal ini “telah disetujui Israel dan 98 persen di antaranya juga telah disetujui Hamas,” lapor Osama bin Javaid dari Aljazeera di Doha.
Qatar mengatakan satu-satunya respons yang terlihat dari Israel hanyalah “lebih banyak kematian, lebih banyak kehancuran, lebih banyak rencana untuk mengambil alih lebih banyak wilayah di Gaza, tetapi tidak ada langkah nyata menuju pencarian solusi … dan penghentian pembunuhan,” lapor Aljazeera.