Negosiasi tidak langsung antara Hamas dan pejabat Israel mengalami kebuntuan di Doha, Qatar, menurut sumber Palestina dan Israel, karena pembicaraan tersendat akibat cakupan usulan penarikan militer Israel dari Gaza.
Diskusi ini didasarkan pada kerangka kerja yang didukung AS untuk gencatan senjata selama 60 hari dan pembebasan bertahap tawanan Israel, tetapi isu-isu kunci masih belum terselesaikan.
Dilansir the Cradle, Sabtu (12/7), Hamas dilaporkan menolak peta yang diusulkan Israel yang akan membiarkan 40 hingga 45 persen wilayah tetap diduduki, termasuk seluruh Rafah selatan serta bagian utara dan timur Gaza.
Advertisement
Dua sumber Israel mengatakan kepada Reuters, Hamas menuntut kembalinya garis batas seperti pada gencatan senjata sebelumnya, sebelum tentara pendudukan melanjutkan serangannya pada Maret.
Hamas juga menuduh Tel Aviv “mengulur waktu” selama kunjungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke Washington pekan lalu, dan menyatakan delegasi Israel di Doha “tidak memiliki wewenang nyata untuk mengambil keputusan pada poin-poin penting yang masih diperselisihkan.”
Ketidaksepakatan lebih lanjut terkait jaminan pengiriman bantuan kemanusiaan dan penghentian kampanye pembersihan etnis Israel. Sumber Palestina mengatakan hambatan ini mungkin memerlukan keterlibatan AS yang lebih langsung.
Awal pekan ini, utusan khusus AS Steve Witkoff membatalkan rencana perjalanannya ke Doha untuk bergabung dalam pembicaraan, dengan alasan pembicaraan tersebut “belum matang.”
Menurut media Ibrani, pejabat Israel meyakini kedatangan Witkoff dapat menandakan “terobosan” karena kedua belah pihak berharap utusan AS itu akan memberikan “dorongan akhir” yang diperlukan untuk menyelesaikan kesepakatan.
Delegasi Hamas dan Israel telah berada di Qatar sejak 7 Juli, menegosiasikan kerangka kerja yang mencakup penarikan bertahap Israel, pembebasan tawanan, dan kemungkinan akhir perang.
Hamas tetap teguh pada tuntutannya untuk penghentian total permusuhan sebelum pertukaran akhir dilakukan. Sementara itu, pejabat Israel mengatakan pengepungan total Gaza akan berlanjut hingga semua tawanan dibebaskan dan Hamas “dibubarkan.”
Saat pembicaraan gencatan senjata mengalami hambatan baru, bentrokan terjadi di seluruh Jalur Gaza pada 12 Juli, dengan media Israel melaporkan pertempuran langsung antara pejuang perlawanan Palestina dan pasukan penjajah Israel.