Mantan PM Israel: Gaza Milik Orang Palestina, Bukan Israel
Mantan PM Israel ini juga menawarkan solusi dua negara berdasarkan perbatasan Israel sebelum tahun 1967.
Mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert, secara tegas menyatakan Jalur Gaza adalah wilayah Palestina, bukan Israel, dan harus diintegrasikan ke dalam negara Palestina di masa depan.
"Kita harus menarik diri dari Gaza," ujarnya, dikutip dari Times of Israel, Senin (12/5).
"Gaza adalah milik Palestina dan bukan milik Israel. Gaza harus menjadi bagian dari negara Palestina."
Pernyataan kontroversial ini disampaikan Olmert dalam KTT Perdamaian Rakyat di Yerusalem, sebuah forum yang juga dihadiri oleh mantan Menteri Luar Negeri Otoritas Palestina, Nasser Al-Kidwa. Keduanya secara bersamaan mempromosikan kerangka kerja perdamaian mereka yang inovatif, menawarkan solusi dua negara berdasarkan perbatasan Israel sebelum tahun 1967, dengan penyesuaian berupa pertukaran lahan.
"Hanya solusi dua negara yang merupakan resep untuk perubahan dramatis dalam arah negara kita dan seluruh kawasan," ujarnya.
Olmert menekankan urgensi mengakhiri konflik berdarah di Gaza. Ia menuntut pemulangan sandera Israel dan pembebasan tahanan Palestina sebagai langkah awal menuju perdamaian yang berkelanjutan. Lebih lanjut, Olmert mengusulkan pembentukan pasukan keamanan sementara untuk mencegah kebangkitan kembali kekuasaan Hamas, serta pemerintahan baru yang berafiliasi dengan Otoritas Palestina untuk memimpin rekonstruksi Gaza tanpa campur tangan Hamas. Ia yakin hal ini dapat terwujud melalui normalisasi hubungan yang komprehensif di seluruh kawasan.
“Pada tahun 1977, ketika (Partai) Likud memasuki pemerintahan untuk pertama kalinya, tidak seorang pun percaya bahwa Menachem Begin akan berdamai dengan Mesir dan Israel akan menarik diri dari Sinai, tetapi itu terjadi,” kata Olmert.