Tahukah Anda? Jejak Diplomasi Prabowo Palestina dari RS Lapangan hingga PBB Berbuah Kesepakatan Damai Hamas-Israel
Langkah Diplomasi Prabowo Palestina yang gigih, mulai dari tawaran rumah sakit lapangan hingga seruan di PBB, kini membuahkan hasil nyata.
Presiden RI Prabowo Subianto telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong penyelesaian konflik di Gaza dan mendukung kedaulatan Palestina. Upaya diplomatik ini dilakukan secara konsisten sejak ia menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Perjuangan panjang ini kini membuahkan hasil konkret bagi perdamaian di Timur Tengah.
Melalui jalur diplomasi internasional, Israel dan Hamas akhirnya mencapai kesepakatan penting untuk mengakhiri perang dan membebaskan sandera. Kesepakatan ini menjadi titik terang setelah berbulan-bulan konflik berdarah. Ribuan warga Palestina kini mulai kembali ke rumah mereka di Gaza.
Peran aktif Prabowo Subianto dalam berbagai forum internasional, mulai dari menawarkan bantuan kemanusiaan hingga menyerukan solusi dua negara di PBB, menjadi bagian integral dari proses perdamaian ini. Diplomasi Prabowo Palestina telah menorehkan jejak penting dalam sejarah penyelesaian konflik global.
Komitmen Awal sebagai Menteri Pertahanan untuk Palestina
Saat masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto secara aktif menghadiri berbagai forum internasional guna memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Salah satu forum penting yang dihadirinya adalah IISS Shangri-La Dialogue 2024 di Singapura. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia untuk membantu rakyat Gaza.
Ia bahkan menyatakan kesediaan Indonesia untuk mengirimkan tenaga medis, mendirikan rumah sakit lapangan, serta mengerahkan pasukan penjaga perdamaian jika diminta oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Prabowo juga menawarkan evakuasi dan perawatan bagi 1.000 warga Palestina yang terluka di rumah sakit Indonesia. Ini menunjukkan komitmen awal yang kuat dalam diplomasi Prabowo Palestina.
Pada 11 Juni 2024, Prabowo juga menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) “Call for Action: Urgent Humanitarian Response for Gaza” di Amman, Yordania. Di sana, ia kembali menegaskan bahwa kemerdekaan Palestina adalah solusi nyata bagi penyelesaian konflik Gaza. Pernyataan ini konsisten dengan posisi Indonesia.
“Meskipun kami bersedia mendukung dan berkontribusi pada semua upaya ini, solusi akhir untuk masalah ini adalah solusi dua negara. Hanya dengan solusi dua negara, Palestina dan Israel dapat hidup berdampingan secara aman dan tenteram,” pungkas Prabowo kala itu. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya solusi jangka panjang.
Peran Prabowo sebagai Presiden dalam Menggalang Dukungan Global
Setelah resmi menjabat sebagai presiden, perjuangan Prabowo untuk Palestina tidak berhenti, justru semakin intensif. Pada Desember 2024, Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi. Pertemuan hangat ini membahas kelanjutan dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara.
Tidak hanya itu, pada April 2025, Prabowo juga bertemu dengan Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) di Abu Dhabi. Dalam diskusi tersebut, kedua pemimpin membahas isu-isu kunci seperti dukungan terhadap rakyat Palestina, peran negara-negara Arab, serta pentingnya solidaritas regional. Ini memperkuat diplomasi Prabowo Palestina di kancah internasional.
Pada bulan yang sama, Prabowo tampil di hadapan Parlemen Turki di Ankara. Dalam pidatonya, ia menyerukan kerja sama antarnegara untuk menegakkan keadilan global. Ia secara tegas mengkritik negara-negara yang diam melihat penderitaan di Gaza, memuji sikap tegas Turki.
“Ketika anak-anak dibom, ibu-ibu yang tidak berdosa dibom, rakyat Gaza kehilangan semua kehidupan mereka, banyak negara diam pura-pura tidak tahu. Turki punya sikap tegas. Karena itu kami merasa ingin bersama Turki membela keadilan, kebenaran di dunia yang sekarang penuh ketidakpastian," ungkap Prabowo. Kritik pedas juga dilontarkan Prabowo di Antalya Diplomacy Forum (ADF) 2025 terhadap negara adidaya yang dianggap gagal memenuhi janji kepada negara berkembang.
Puncak Diplomasi di PBB dan Kesepakatan Damai Bersejarah
Puncak dari serangkaian upaya diplomasi Prabowo Palestina terjadi saat ia berbicara di Sidang Umum PBB ke-80 di New York pada 23 September 2025. Di forum global ini, Prabowo kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian sejati. Ia menekankan pentingnya pengakuan kedaulatan Palestina.
Prabowo juga menyoroti bahwa jaminan keamanan Israel harus berjalan beriringan dengan kemerdekaan Palestina untuk mencapai stabilitas. “Kita harus memiliki Palestina yang merdeka, tetapi kita juga harus menghormati dan menjamin keselamatan dan keamanan Israel. Hanya dengan begitu kita bisa memiliki perdamaian sejati. Satu-satunya solusi adalah solusi dua negara," kata Prabowo.
Setelah tahun-tahun penuh konflik dan upaya diplomasi lintas negara, kini hasil nyata terwujud. Hamas dan Israel akhirnya menyepakati kesepakatan perdamaian. Kesepakatan ini mencakup pembebasan puluhan sandera dari Hamas serta pelepasan hampir 2.000 tahanan Palestina. Penarikan pasukan Israel juga menjadi bagian dari implementasi perjanjian ini.
Selain itu, bantuan kemanusiaan ke Gaza akan terus dilanjutkan. Ribuan warga Palestina mulai kembali ke rumah mereka, meskipun banyak yang telah hancur. Cuplikan video menunjukkan warga berjalan kaki pulang ke Gaza, dengan adzan dikumandangkan sebagai simbol kebebasan dan harapan baru. Beberapa wilayah Gaza juga mulai ditinggalkan oleh pasukan Israel, menandai babak baru perdamaian.
Sumber: AntaraNews