Konklaf Pemilihan Paus Dimulai Hari Ini, Begini Cara Vatikan Menjaga Kerahasiaan dari Kardinal Sampai Staf
Konklaf merupakan proses pemilihan Paus yang sangat rahasia.
Pemilihan Paus, atau yang dikenal sebagai Konklaf, merupakan proses sakral dan rahasia dalam Gereja Katolik. Proses ini, yang namanya berasal dari bahasa Latin 'cum clave' yang berarti 'dengan kunci', menggambarkan isolasi total para kardinal selama berlangsungnya pemilihan.
Ini juga dapat dikatakan sebagai pemilihan paling rahasia di dunia, seperti dikutip dari BBC, Selasa (6/5).
Setelah Paus Fransiskus wafat bulan lalu, pemilihan penggantinya akan berlangsung pada Rabu (7/5). Sebanyak 133 kardinal dari berbagai negara akan mengikuti proses ini. Selama proses konklaf, para kardinal dikurung di Kapel Sistina, masing-masing dari mereka akan mengucapkan sumpah di atas Injil untuk merahasiakan rinciannya seumur hidup.
Hal yang sama berlaku bagi setiap orang di dalam Vatikan selama konklaf: dari dua dokter yang siap sedia untuk keadaan darurat, hingga staf ruang makan yang memberi makan para kardinal. Semua bersumpah untuk mematuhi "kerahasiaan mutlak dan abadi".
Untuk memastikan, kapel dan dua wisma tamu akan disisir untuk mencari mikrofon dan alat penyadap.
"Ada pengacau elektronik untuk memastikan sinyal telepon dan wi-fi tidak masuk atau keluar," kata John Allen, editor situs berita Crux, seperti dilansir BBC.
"Vatikan menganggap gagasan isolasi sangat serius."
Dilarang Buka Jendela
Selama proses konklaf, para kardinal memakai kostum atau semacam jubah berwarna merah. Mereka dikurung selama konklaf berlangsung agar terisolasi dari dunia sekuler dan pengaruhnya saat mereka bersiap untuk memberikan suara.
Saat memasuki konklaf, setiap orang diwajibkan untuk menyerahkan semua perangkat elektronik termasuk ponsel, tablet, dan jam tangan pintar. Vatikan memiliki polisi sendiri untuk menegakkan aturan.
"Logikanya adalah percaya tetapi verifikasi," kata John Allen.
"Tidak ada televisi, koran, atau radio di wisma tamu untuk konklaf – tidak ada apa-apa," kata Monsignor Paolo de Nicolo, yang menjadi kepala rumah tangga Kepausan selama tiga dekade.
"Anda bahkan tidak dapat membuka jendela karena banyak kamar memiliki jendela ke dunia luar."
Sanksi Bagi yang Melanggar
Semua orang yang bekerja di balik tembok tinggi Vatikan untuk konklaf telah diperiksa dengan ketat. Meski begitu, mereka dilarang berkomunikasi dengan para elektor.
"Para kardinal sama sekali tidak bisa berkomunikasi," kata Ines San Martin dari Serikat Misi Kepausan di AS.
"Hanya akan ada walkie-talkie untuk beberapa keadaan tertentu seperti, 'kami butuh tenaga medis,' atau 'Hei, Paus telah terpilih, bisakah seseorang memberi tahu para pembawa lonceng di Basilika."
Jika ada yang melanggar aturan, yang bersangkutan bisa dikucilkan dari gereja, kata Mgr De Nicolo.
"Tidak seorang pun berani melakukan ini."