Israel Hancurkan Rumah Sakit Terbesar di Lebanon, Empat Orang Tewas Termasuk Bayi
Militer Israel mengebom wilayah Laylaki dan Ouzai di yang berada di pinggiran selatan Beirut
Israel membombardir wilayah selatan Beirut dan sekitarnya termasuk rumah sakit terbesar di Lebanon, Rumah Sakit Rafik Hariri pada Senin malam.
Militer Israel mengebom wilayah Laylaki dan Ouzai di yang berada di pinggiran selatan Beirut. Akibat serangan tersebut sedikitnya lima bangunan hancur.
Serangan terhadap dua kota ini menandai pertama kalinya dalam perang Israel-Lebanon wilayah selatan Beirut menjadi target serangan penjajah Israel.
Sejumlah foto beredar di media sosial menunjukan bagaimana bom-bom Israel menghujani Laylaki, Al-Hadath, Tahwitat al-Ghadeer, dan tempat-tempat lain di pinggiran kota.
Yang tersisa hanya puing-puing
Dilansir dari laman The Cradle (22/10), tak jauh dari lokasi pengeboman di wilayah Laylaki, Israel juga meledakan kawasan sekitar Rumah Sakit Rafik Hariri di daerah Jnah, Beirut, yang terletak di luar pinggiran selatan.
Serangan mematikan terhadap rumah sakit itu menewaskan empat orang termasuk seorang anak dan 32 orang lainnya luka-luka serta menghancurkan keseluruhan bangunan rumah sakit menyisakan puing-puing dan kemungkinan korban tertimpa runtuhan.
Israel sama sekali tidak memberikan peringatan sebelum melancarkan serangan mematikan di rumah sakit tersebut. Setelahnya serangan berturut-turut mengguncang pinggiran selatan Beirut selama beberapa jam.
Setidaknya 13 serangan dilakukan hingga tengah malam pada hari Senin. Sementara itu, Israel terus menargetkan wilayah selatan dan timur Lebanon.
Serangan terhadap rumah sakit itu terjadi saat Israel mulai mengancam fasilitas medis di Lebanon seperti yang telah dilakukannya di Gaza.
Militer Israel berdalih Hizbullah menyimpan emas, uang, dan bunker rahasia di bawah Rumah Sakit Sahel di Haret Hreik di pinggiran selatan Beirut.
Keesokan harinya, pada Selasa (22/10), tentara penjajah Israel kembali melakukan serangan terutama yang menargetkan gedung-gedung yang terkait dengan lembaga keuangan al-Qard al Hassan milik Hizbullh yang menyediakan pinjaman tanpa bunga kepada negara dan layanan lainnya.
Reporter Magang: Elma Pinkan Yulianti