Ilmuwan Temukan Fosil Telur Raksasa Berusia 66 Juta Tahun, Diduga Milik Reptil Laut Purba
Temuan ini memberikan wawasan baru tentang kehidupan masa lalu.
Ilmuwan akhirnya bisa memastikan telur raksasa purba yang ditemukan pada 2011 di Antartika berasal dari hewan predator purba. Tim peneliti dari Universitas Texas, Austin, Amerika Serikat, berhasil mengidentifikasi fosil tersebut sebagai telur bercangkang lunak raksasa.
Menurut para peneliti, kemungkinan besar telur itu menetas dari mosasaurus—reptil laut yang telah punah dan menguasai lautan pada akhir periode Cretaceous atau Zaman Kapur. Demikian dikutip dari laman Daily Galaxy, Senin (10/3).
Telur ini awalnya ditemukan ilmuwan Chile pada 2011 dan karena belum teridentifikasi asal usulnya, mereka menyebutnya 'The Thing'. Fosil ini kemudian disimpan di Museum Nasional Sejarah Alam Chile, menunggu penelitian lebih lanjut untuk mengungkap misteri di baliknya.
Dengan ukuran sekitar 29x20 cm, telur ini mencatatkan diri sebagai telur bercangkang lunak terbesar yang pernah ditemukan di dunia. Penemuan ini juga menandai telur fosil pertama yang ditemukan di Antartika.
Kebingungan awal para peneliti bermula dari fakta bahwa telur itu tidak menyerupai telur bercangkang kaku yang biasa ditemukan pada banyak fosil dinosaurus. Setelah penelitian lebih lanjut, tim peneliti mengidentifikasi beberapa lapisan membran di dalam spesimen tersebut, yang merupakan karakteristik telur bercangkang lunak.
Telur ini berasal dari sekitar 66 juta tahun yang lalu, tepat sebelum peristiwa kepunahan massal yang memusnahkan dinosaurus dan banyak spesies prasejarah lainnya.
Telur Mosasaurus
Ini merupakan telur terbesar kedua yang diketahui dari hewan mana pun, baik yang masih hidup maupun yang sudah punah. Telur ini juga memegang gelar sebagai telur bercangkang lunak terbesar yang pernah tercatat.
"Telur ini berasal dari hewan seukuran dinosaurus besar, tetapi sama sekali tidak seperti telur dinosaurus. Telur ini paling mirip dengan telur kadal dan ular, tetapi berasal dari kerabat hewan-hewan ini yang sangat besar," jelas Lucas Legendre, penulis utama penelitian tersebut.
Namun, ukuran fosil telur tersebut menunjukkan telur ini berasal dari reptil laut yang sangat besar, jauh lebih besar daripada spesies bertelur yang ada saat ini.
Para peneliti memperkirakan telur tersebut dihasilkan oleh induk Mosasaurus yang memiliki panjang lebih dari 6 meter. Hal ini didasarkan pada perbandingan ukuran telur dengan ukuran tubuh reptil modern. Penemuan ini diperkuat oleh adanya kerangka bayi dan dewasa Mosasaurus yang ditemukan di lokasi yang sama dengan fosil telur, memberikan bukti tambahan mengenai keberadaan spesies ini di Antartika.
Lokasi penemuan telur ini berada di lingkungan teluk dangkal, yang dianggap sebagai tempat yang ideal bagi reptil laut untuk bertelur. Lingkungan semacam ini memungkinkan perlindungan bagi telur dan memberikan akses ke sumber makanan bagi induk.
Spesies yang menghasilkan telur ini kemudian diklasifikasikan sebagai takson baru yang diberi nama Antarcticoolithus bradyi. Telur ini memiliki cangkang lunak yang tipis dan tidak bermineral, mirip dengan telur kadal dan ular modern, tetapi dalam ukuran yang jauh lebih besar. Meskipun telur ini telah menetas jutaan tahun yang lalu, isinya sudah tidak ada lagi, sehingga tidak ada informasi lebih lanjut mengenai embrio yang pernah ada di dalamnya.